Media Utama Terpercaya

10 Mei 2026, 23:02
Search

Wabah Hantavirus Merebak di Kapal Pesiar. Ini Perkembangannya!

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Pertalite langka
Pertalite langka. [Foto: AI/mu4.co.id]

Spanyol, mu4.co.id – Wabah hantavirus di kapal pesiar MV Hondius terus menjadi perhatian dunia setelah jumlah kasus yang teridentifikasi bertambah. Hingga awal Mei 2026, World Health Organization (WHO) melaporkan terdapat delapan kasus terkait wabah tersebut, termasuk tiga korban meninggal dunia.

Kapal pesiar yang membawa sekitar 146 penumpang dan awak itu sempat tertahan di perairan dekat Cape Verde sebelum akhirnya menuju Tenerife, Kepulauan Canary, Spanyol, untuk proses evakuasi dan pemantauan kesehatan.

WHO menyebut lima dari delapan kasus yang dilaporkan telah terkonfirmasi sebagai hantavirus. Jenis virus yang ditemukan adalah Andes virus, salah satu varian hantavirus yang diketahui dapat menular antarmanusia dalam kondisi tertentu melalui kontak dekat dan berkepanjangan.

Baca juga: Waspada Virus Nipah dari Kelelawar Buah, Ini Gejala dan Cara Pencegahannya!

“Hantavirus adalah kelompok virus yang secara alami menginfeksi hewan pengerat, terkadang dalam jangka panjang tanpa terlihat sakit, dan sesekali menular ke manusia,” demikian penjelasan WHO dilansir dari kompas, Sabtu (9/5).

Virus ini umumnya berasal dari hewan pengerat seperti tikus dan menyebar melalui paparan urine, air liur, maupun kotoran hewan yang terinfeksi. Pada sebagian kasus, infeksi dapat berkembang menjadi gangguan pernapasan berat dan komplikasi serius pada organ tubuh.

WHO menegaskan risiko bagi masyarakat luas saat ini masih tergolong rendah dan belum ada alasan untuk memberlakukan pembatasan perjalanan internasional. Namun, organisasi tersebut tetap meminta negara-negara terkait meningkatkan pemantauan kesehatan terhadap penumpang dan awak kapal yang telah dipulangkan ke berbagai negara.

Sejumlah negara, termasuk Singapura dan Amerika Serikat, mulai melakukan langkah antisipasi dengan pemantauan medis terhadap warga yang sempat berada di atas kapal MV Hondius.

Baca juga: Cegah Masuknya Virus Mpox, Kemenkes RI Perketat Pengawasan di Semua Pintu Masuk Negara di Indonesia!

Sedangkan di Indonesia, Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 23 kasus positif hantavirus ditemukan dalam kurun waktu 2024 hingga Mei 2026. Dari total kasus tersebut, tiga pasien dilaporkan meninggal dunia, sementara 20 lainnya dinyatakan sembuh. Tingkat fatalitas kasus tercatat sekitar 13 persen.

Kasus hantavirus tercatat tersebar di sembilan provinsi, yakni DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, dan Nusa Tenggara Timur. DKI Jakarta serta DI Yogyakarta menjadi wilayah dengan jumlah kasus terbanyak.

WHO juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari paparan hewan pengerat untuk menekan risiko penularan hantavirus.

(Kompas, BBC Indonesia, detik)

[post-views]
Selaras