Media Utama Terpercaya

4 Mei 2026, 23:25
Search

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Sempat Sentuh Level Tertinggi 4 Tahun

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Sempat Sentuh Level Tertinggi
Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Sempat Sentuh Level Tertinggi [Foto: Ilustrasi mu4.co.id]

Jakarta, mu4.co.id – Harga minyak anjlok pada hari Kamis (30/04/2026) atau Jumat waktu Jakarta, tidak lama setelah harga minyak mentah Brent mencapai level tertinggi dalam empat tahun terakhir.

Berdasarkan patokan harga minyak dunia, Brent turun lebih dari 3% dan ditutup pada USD 114,01 per barel, setelah melonjak ke level tertinggi sepanjang masa perang sebesar USD 126 di awal sesi perdagangan. Sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun lebih dari 1% dan ditutup pada USD 105,07.

Penurunan harga minyak ini terjadi menyusul laporan bahwa militer Amerika Serikat (AS) akan memberi masukan kepada Presiden Donald Trump tentang potensi tindakan terhadap Iran.

Diketahui sebelumnya, Trump dilaporkan telah menolak proposal Teheran untuk membuka kembali Selat Hormuz, yang menandakan blokade angkatan laut akan tetap berlaku hingga kesepakatan nuklir yang lebih luas tercapai.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Melonjak Capai US$140, Tertinggi Sejak 2008!

Pergerakan harga minyak terbaru ini terjadi di tengah reli beberapa hari untuk Brent dan WTI, di mana kedua patokan harga minyak tersebut naik sekitar 60% sejak perang yang dipimpin AS dan Israel melawan Iran dimulai pada 28 Februari.

“Pasar minyak telah beralih dari optimisme berlebihan ke realitas gangguan pasokan yang kita lihat di Teluk Persia,” kata Kepala Strategi Komoditas Bank Belanda ING Warren Patterson.

Bank asal AS, Goldman Sachs memperkirakan ekspor melalui jalur sempit Selat Hormuz telah turun hingga hanya 4% dari tingkat normal, sementara negosiasi AS-Iran yang terhenti dan blokade AS yang berkelanjutan memperketat pasokan.

Lebih lanjut dikatakan juga bahwa ekspor Iran yang terbatas dan kapasitas penyimpanan yang terbatas dapat memperdalam gangguan pasokan jika blokade terus berlanjut, dan menambahkan bahwa peningkatan produksi dari UEA setelah keluarnya dari OPEC kemungkinan akan terwujud secara bertahap dalam jangka menengah daripada mengimbangi kekurangan dalam jangka pendek.
(liputan6.com)

[post-views]
Selaras