Media Utama Terpercaya

21 April 2026, 23:16
Search

Selat Hormuz Ditutup Lagi. Bagaimana Nasib 2 Kapal Tanker Pertamina?

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Selat Hormuz kembali ditutup
Selat Hormuz kembali ditutup. [Foto: AI/mu4.co.id]

Iran, mu4.co.id – Situasi di Selat Hormuz kembali memanas setelah Iran menutup kembali jalur pelayaran tersebut, hanya beberapa jam setelah sempat dibuka. Penutupan ini berdampak pada aktivitas pelayaran, termasuk dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping yang hingga kini masih berada di kawasan Teluk Persia.

Dua kapal tersebut adalah Pertamina Pride yang terpantau berada di perairan Al Jubail, Arab Saudi, serta Gamsunoro yang berada di sekitar Dubai, Uni Emirat Arab.

Sebelumnya, saat selat sempat dibuka pada Jumat (17/4), pihak Pertamina telah menyiapkan rencana pelayaran agar kedua kapal dapat segera melintas. Pejabat Sementara Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menyebut pihaknya telah melakukan berbagai persiapan teknis.

Baca juga: Selat Hormuz Diblokade, Ketegangan Merambat ke Selat Malaka

Mulai dari penyusunan rute pelayaran, identifikasi risiko, hingga penyiapan navigasi dan rencana darurat telah dilakukan guna memastikan perjalanan berlangsung aman.
Selain itu, koordinasi juga dilakukan dengan berbagai pihak, termasuk Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, perusahaan asuransi, pemilik kargo, hingga otoritas setempat.

Menurut Vega, keselamatan awak kapal serta keamanan muatan tetap menjadi prioritas utama perusahaan dalam situasi yang penuh ketidakpastian ini.

“Prioritas perusahaan tetap pada keselamatan awak kapal serta keamanan kapal dan seluruh muatannya,” ujarnya dilansir dari detik, Selasa (21/4).

Namun, kondisi kembali berubah setelah Iran menutup kembali Selat Hormuz pada Sabtu (18/4). Keputusan tersebut diambil menyusul ketegangan dengan Amerika Serikat terkait blokade terhadap kapal-kapal yang berlayar menuju pelabuhan Iran.

Baca juga: Ditengah Gencatan Senjata Israel-lebanon, Iran Sempat Buka Selat Hormuz, Lalu Ditutup Lagi!

Dalam pernyataan resminya, pihak militer Iran menyebut pengetatan di Selat Hormuz akan tetap diberlakukan hingga kebebasan pelayaran bagi kapal yang terkait dengan Iran dipulihkan.

“Sampai Amerika Serikat memulihkan kebebasan bergerak untuk semua kapal yang mengunjungi Iran, situasi di Selat Hormuz akan tetap dikendalikan secara ketat,” demikian pernyataan tersebut, dilansir kantor berita AFP, Selasa (21/4).

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan blokade terhadap pelabuhan Iran masih akan dipertahankan, bahkan membuka kemungkinan tidak memperpanjang gencatan senjata yang tengah berlangsung.

Sebagai informasi, Selat Hormuz merupakan jalur vital perdagangan energi dunia. Penutupan kawasan ini berpotensi mengganggu distribusi minyak global dan meningkatkan ketegangan geopolitik di kawasan.

(detik)

[post-views]
Selaras