Media Utama Terpercaya

8 April 2026, 22:51
Search

Jaga Kenaikan Harga Tiket Pesawat Imbas Harga Avtur Melonjak, Pemerintah Siapkan Subsidi Hingga Rp2,6 Triliun!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Menko Perekonomian adakan konferensi pers terkait harga avtur yang melonjak
Menko Perekonomian adakan konferensi pers terkait harga avtur yang melonjak. [Foto: Kemenko Perekonomian]

Jakarta, mu4.co.id – Pemerintah memproyeksikan harga tiket pesawat domestik akan mengalami kenaikan dalam waktu dekat, seiring melonjaknya harga avtur akibat tekanan geopolitik global. Kenaikan tarif diperkirakan berada di kisaran 9 hingga 13 persen.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut kenaikan tersebut sulit dihindari karena avtur menjadi komponen utama biaya operasional maskapai, dengan porsi mencapai sekitar 40 persen.

“Pemerintah juga menjaga agar kenaikan tiket domestik tetap terjangkau oleh masyarakat dengan menjaga kenaikan harga tiket di kisaran 9 persen hingga 13 persen,” ujarnya dalam konferensi pers dilansir dari laman resmi Kemenko Perekonomian, Rabu (8/4).

Baca juga: Harga Avtur Melonjak Imbas Konflik Timur Tengah, Tiket Pesawat Terancam Melambung Tinggi!

Tekanan biaya ini juga dirasakan secara global. Harga avtur di sejumlah negara tercatat tinggi, seperti di Thailand yang mencapai sekitar Rp29 ribu per liter dan Filipina sekitar Rp25 ribu per liter.

Untuk merespon kondisi tersebut, pemerintah melakukan penyesuaian batas atas fuel surcharge atau biaya tambahan bahan bakar menjadi 38 persen untuk seluruh jenis pesawat. Kebijakan ini berarti kenaikan signifikan dibanding sebelumnya, terutama untuk pesawat jet.

“Pemerintah memutuskan akan menaikkan fuel surcharge (FS) menjadi sebesar 38 persen, baik untuk pesawat jet maupun propeler, dari sebelumnya 10 persen untuk jet dan 25 persen untuk propeler,” kata Airlangga.

Di sisi lain, pemerintah juga berupaya menahan dampak kenaikan harga melalui insentif. Salah satunya adalah pemberian Pajak Pertambahan Nilai (PPN) yang ditanggung pemerintah sebesar 11 persen untuk tiket kelas ekonomi domestik.

Baca juga: Calon Penumpang Kesulitan Cari Tiket Pesawat Tujuan Banjarmasin. Apa Tanggapan Pihak Bandara?

Anggaran yang disiapkan untuk kebijakan ini mencapai sekitar Rp1,3 triliun per bulan dan akan berlaku selama dua bulan ke depan, dengan total Rp2,6 triliun.

Selain itu, pemerintah juga memberikan insentif berupa bea masuk nol persen untuk suku cadang pesawat guna menekan biaya operasional maskapai dan mendukung industri perawatan pesawat dalam negeri.

Airlangga menegaskan, langkah-langkah tersebut diambil untuk menjaga keseimbangan antara keberlangsungan industri penerbangan dan keterjangkauan harga tiket bagi masyarakat di tengah situasi global yang tidak menentu.

(Kompas, Kemenko Perekonomian)

[post-views]
Selaras