Banjarmasin, mu4.co.id – Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda bersama Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin secara simbolis menyerahkan program pembangunan Local Sustainability Development Project (LSDP) senilai Rp150 miliar untuk Kota Banjarmasin, Jumat (12/03/2026).
Program LSDP sendiri didukung oleh pembiayaan dari Bank Dunia difokuskan pada penguatan sistem pengelolaan sampah terpadu mulai 2026 hingga 2028, termasuk pembangunan Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST), penguatan TPS dan TPS-3R, serta pengembangan nilai ekonomi dari limbah.
“Saya sebagai warga Kota Banjarmasin yang saat ini mendapat amanah sebagai Ketua Komisi II DPR RI hari ini menyerahkan secara simbolik program LSDP. Program ini akan memperkuat pembangunan TPST, TPS, TPS3R, serta meningkatkan nilai ekonomi dari pengelolaan limbah sampah,” ujar Rifqi, dalam kegiatan buka puasa bersama jajaran Pemerintah Kota Banjarmasin dengan mitra kerja, penggerak bank sampah, TPS-3R, serta tokoh masyarakat di Balaikota Banjarmasin, Jumat (12/03/2026).
Baca juga: Ubah Sampah Menjadi Berkah, Masjid Al Ummah Banjarmasin Canangkan Gerakan Sedekah Sampah
Menurut Rifqi, Banjarmasin memiliki posisi strategis sebagai etalase Kalimantan Selatan, sehingga wajah kota harus mencerminkan kebersihan dan pengelolaan lingkungan yang baik. “Karena itu kita berharap Banjarmasin yang bersih, indah, dan sejuk bisa benar-benar terwujud melalui penguatan sistem pengelolaan sampah,” sebutnya.
Sementara itu, Wali Kota Banjarmasin Muhammad Yamin menyatakan dukungan DPR RI ini menjadi langkah penting memperkuat sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir. Selain memperbaiki infrastruktur, program ini juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan daerah serta membuka peluang ekonomi baru dari pengelolaan limbah.
“Jika dijalankan secara konsisten, penguatan sistem ini berpotensi menjadikan Banjarmasin sebagai salah satu contoh kota yang mampu mengelola sampah secara terpadu,” katanya.
Program itupun diharapkan menjadi peluang besar bagi Banjarmasin yang menghadapi tantangan serius dalam pengelolaan sampah, terutama karena karakter wilayahnya didominasi sungai dan permukiman padat. Pihaknya yakin dengan dukungan jaringan bank sampah dan TPS-3R yang solid, persoalan sampah dapat teratasi.
(jakartaterkini.id)















