Media Utama Terpercaya

5 Maret 2026, 17:43
Search

Cadangan BBM RI Hanya 26 Hari, Pemerintah Percepat Pembangunan Storage 3 Bulan

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Pemerintah Siapkan Storage BBM 3 Bulan
Pemerintah Siapkan Storage BBM 3 Bulan [Foto: Ilustrasi mu4.co.id]

Jakarta, mu4.co.id – Pemerintah tengah berencana membangun gudang penyimpanan (storage) cadangan bahan bakar minyak (BBM) baru berkapasitas besar guna mencapai ketahanan energi nasional setara standar internasional yang rata-rata mencapai 90 hari atau tiga bulan.

Langkah tersebut diambil karena sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyebut bahwa cadangan BBM Indonesia saat ini hanya bertahan dalam standar nasional yakni kisaran 25 hingga 26 hari, jauh dari standar internasional. Bahkan Indonesia terlihat sangat tertinggal jika dibandingkan dengan ketahanan energi Jepang YANG memiliki stok BBM untuk 254 hari ke depan.

“Kita tahu bahwa standar minimum nasional adalah 21 hari. Memang secara faktanya ketahanan energi kita, storage kita itu maksimal di angka 25 sampai 26 hari, nggak lebih dari itu. Makanya sekarang pemerintah lagi sedang berusaha untuk membangun storage yang kapasitasnya bisa sampai dengan 3 bulan, karena itu standar internasional,” ujar Bahlil, Selasa (03/03/2026).

Baca juga: Iran Tutup Selat Hormuz Usai Serangan AS–Israel, 20 Persen Pasokan Minyak Dunia Terancam

Bahlil menyebut ketimpangan tersebut disebabkan oleh terbatasnya storage yang dimiliki oleh Indonesia. Karenanya, pemerintah tengah berusaha untuk membangun storage yang kapasitasnya bisa mencapai 90 hari atau tiga bulan, agar selaras dengan standar internasional.

“Makanya kita sekarang mau bangun storage untuk minimal 3 bulan. Kalau kita impor sebanyak itu kita mau taruh dimana? Itu kira-kira problem kita dan ini terjadi. Tidak usah menyalahkan siapa-siapa, memang faktanya begitu negara kita, dan kita harus perbaiki kan,” sambungnya.

Bahlil menambahkan dibalik percepatan pembangunan storage itu adalah untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan akibat eskalasi konflik geopolitik global. Seperti yang diketahui belakangan ini, ketegangan antara Amerika Serikat dan Israel dengan Iran tengah memanas hingga menimbulkan ancaman penutupan Selat Hormuz, jalur vital pengangkutan minyak dunia.

Adapun rencana pembangunan gudang penyimpanan minyak strategis tersebut di Pulau Sumatera. Yang mana saat ini, proyek tersebut tengah memasuki tahap penyusunan studi kelayakan atau feasibility study (FS) sebelum akhirnya masuk ke tahap konstruksi.

“FS lagi berjalan, dan ditargetkan di tahun ini pembangunannya sudah mulai dilakukan. Jangan tanya saya bulan apa ya, lokasinya di daerah Sumatera. Sumateranya pun jangan tanya saya di kabupaten apa,” pungkas Bahlil.

(sindonews.com, tempo.co)

[post-views]
Selaras