Jakarta, mu4.co.id – Sejumlah pedagang sempat mengeluhkan dan mengaku pasokan MinyaKita dari distributor terhenti, yang mengakibatkan kelangkaan di pasar, hingga akhirnya membuat pedagang menjual minyak goreng lain dengan harga yang lebih tinggi ketimbang MinyaKita.
Kalangan pedagang, seperti Perum Bulog pun menyoroti klaim pemerintah mengenai pasokan ketersediaan MinyaKita di pasar tradisional yang disebut aman. Dalam hal itu, polemik tersebut dikatakan tidak serta-merta berasal dari pedagang pasar tradisional, melainkan masih adanya ketidakseimbangan pasokan.
“Dalam konteks ini, perlu ditegaskan bahwa pedagang bukan penentu distribusi, melainkan pihak yang paling terdampak dari setiap kebijakan dan gangguan pasokan,” ujar Ketua DPW Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) DKI Jakarta, Miftahudin , Kamis (16/04/2026).
Baca juga: Polda Kalsel Temukan 3.263 Liter Minyakita Palsu di Banjarmasin
Lebih lanjut, Miftahudin menyebut, berdasarkan pengamatan fakta di lapangan justru menunjukkan bahwa dalam beberapa momentum, masih terdapat ketidakseimbangan pasokan yang dirasakan oleh pedagang. Hal itu, menandakan bahwa persoalan tidak berhenti pada ketersediaan stok, tetapi juga menyangkut kelancaran distribusi yang sediaya juga berasal dari Bulog sebagai institusi yang memiliki mandat menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan memastikan distribusi MinyaKita tidak terhambat.
“Kami mengingatkan, jangan sampai narasi “stok aman” justru berujung pada penyudutan pedagang pasar tradisional. Sebab, pedagang tidak memiliki kapasitas untuk mengatur suplai, apalagi mempengaruhi distribusi dalam skala besar,” katanya.
Miftahudin mengatakan, pedagang pasar tradisional adalah bagian penting dari ekosistem pangan nasional dan bukan sumber masalah. Ia menyebut bahwa pedagang justru menjadi pihak yang paling awal merasakan dampak dari setiap kebijakan pemerintah yang tidak berjalan optimal di lapangan.
“Karena itu, IKAPPI menegaskan agar pedagang tidak dijadikan tumbal dalam polemik Minyakita. Fokus perbaikan harus diarahkan pada penguatan sistem distribusi agar pasokan benar-benar stabil dan merata hingga ke tingkat pasar,” tegasnya.
(bloombergtechnoz.com)













