Media Utama Terpercaya

20 Februari 2026, 11:40
Search

Pesawat Pengangkut BBM ke Wilayah Perbatasan Jatuh di Kalimantan Utara, Bagaimana Nasib Pilot?

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Bangkai pesawat Pelita Air tipe Air Tractor AT-802
Bangkai pesawat Pelita Air tipe Air Tractor AT-802 registrasi PK-PAA yang ditemukan di Nunukan. [Foto: Radar Tarakan]

Kalimantan Utara, mu4.co.id – Maskapai Pelita Air tipe Air Tractor AT-802 registrasi PK-PAA dinyatakan telah jatuh di Nunukan, Kalimantan Utara, pada Kamis (19/2). Pesawat sewaan pengangkut BBM itu dioperasikan hanya oleh pilot tanpa awak kabin dan penumpang. 

Sekretaris Perusahaan PT Pelita Air Service, Patria Rhamadonna, menjelaskan armada tersebut menjalankan distribusi dalam program BBM Satu Harga ke wilayah perbatasan dan mengalami insiden saat perjalanan kembali usai menuntaskan misi.

“Pada saat pemantauan terakhir, pesawat baru saja menyelesaikan misi distribusi ke Long Bawan dan sedang dalam rute kembali menuju Bandara Juwata Tarakan,” ungkap Patria dikutip dari Lombok Post, Jum’at (20/2).

Data dari AirNav Indonesia mencatat pesawat lepas landas dari Long Bawan pukul 12.10 WITA, dengan rencana melapor saat melintasi Malinau pukul 12.24 WITA dan tiba di Tarakan pukul 13.15 WITA.

Baca Juga: Begini Kronologi Hilangnya Pesawat ATR 42-500 Hingga Ditemukan Tim SAR!

Namun pada 12.20 WITA, menara Malinau menerima laporan dari pesawat lain yang menangkap sinyal darurat (ELT), yang biasanya aktif saat terjadi benturan atau guncangan keras. Sinyal serupa juga dikonfirmasi pesawat lain. Sekitar 12.30 WITA, petugas akhirnya berhasil memastikan koordinat sinyal darurat.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menyatakan penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan mendalam. Ia juga mengonfirmasi kabar duka terkait kondisi pilot.

“Informasi terakhir yang kami peroleh, pada pukul 15.16 WITA pilot atas nama Capt. Hendrick Lodewyck Adam dinyatakan meninggal dunia,” ucap Lukman.

Saksi Warga Setempat

Sebelum pilot dinyatakan meninggal, warga menceritakan momen saat pilot mencoba melompat dengan parasut. Di sekitar Bandara Yuvai Semaring, Long Bawan, Kecamatan Krayan, warga melihat pesawat berputar sebelum hilang di balik perbukitan, lalu muncul asap hitam.

Baca Juga: Ponsel Co-Pilot ATR 42 Ditemukan, Data Smartwatch Tunjukkan Ribuan Langkah: Sinyal Farhan Masih Hidup?

Seorang warga, Dawat Butal, menyebut pilot sempat keluar dari pesawat sebelum jatuh dan berhasil mendarat menggunakan parasut.

“Menurut keterangan warga, pesawatnya jatuh duluan baru payungnya nyusul jatuh. Warga belum sampai di lokasi jatuhnya pesawat,” ungkap Dawat.

“Saya mata yang melihat pesawat jatuh. Pesawat itu terbang dan mau belok ke sebelah kiri. Yang saya lihat, salah satu bagian dari pesawat ada yang terlepas (terbang), kemudian disusul dengan pesawat yang oleng,” ungkap seorang saksi mata lainnya bernama Aboy.

Namun, sejumlah media lain melaporkan informasi berbeda. Dalam pemberitaan tersebut disebutkan bahwa pilot ditemukan meninggal dunia di lokasi kejadian, berada di dalam pesawat yang telah terbakar usai kecelakaan.

(Lombok Post, CNBC)

[post-views]
Selaras