Media Utama Terpercaya

12 Februari 2026, 23:47
Search

Pesawat Delay Dua Hari, Jemaah Umrah Makassar Meninggal di Bandara Jeddah. Ini Penyebabnya!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Seorang jemaah umrah asal Makassar meninggal dunia di bandara
Seorang jemaah umrah asal Makassar meninggal dunia di bandara Jeddah setelah delay 2 hari. [Foto: Instagram detik]

Jeddah, mu4.co.id – Seorang jemaah umrah asal Makassar bernama Maemuna dilaporkan wafat saat menunggu keberangkatan di Bandara King Abdulaziz International Airport, Jeddah, setelah penerbangan kepulangannya delay hingga dua hari. Insiden ini pun memicu sorotan publik.

Peristiwa ini terjadi pada Kamis (5/2) dan diduga meninggal karena kedinginan saat berada di area bandara Jeddah saat rombongan menunggu kepastian keberangkatan pesawat. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sulawesi Selatan, Ikbal Ismail, menjelaskan terkait keterlambatan penerbangan karena ada gangguan teknis pada pesawat milik Flyadeal.

“Kejadiannya tanggal 5 Februari kemarin. Informasi yang saya dapat, kaca pilot retak. Pesawatnya sudah di Bandara Jeddah mau jemput jemaah ternyata setelah diperiksa kaca pilot retak,” ujarnya dilansir dari himpuh, Kamis (12/2).

Baca juga: Sebanyak 400 Jemaah Umrah Indonesia Telantar di Bandara Jeddah Akibat Delay Lion Air

Menurutnya, maskapai telah menyampaikan hal tersebut dan mengarahkan jemaah untuk menunggu di hotel. Namun, beberapa jemaah tidak memilih opsi tersebut. Ikbal menjelaskan rombangan yang terdampak terdiri dari beberapa travel yang sebagian jemaah tetap memutuskan menunggu di bandara meskipun jadwal keberangkatan belum pasti.

“Jadi jemaah diarahkan oleh pihak maskapai Flyadeal ke hotel. Ternyata ada sebagian jemaah, rombongan, bukan satu travel, banyak travel di situ. Ada yang ke hotel, ada yang mau tetap di bandara menunggu sampai pesawat bagus,” kata Ikbal.

Pihak Kanwil Kemenhaj Sulsel menyatakan masih menunggu hasil pemeriksaan resmi dari maskapai dan penyidik internal. Ikbal mengatakan bahwa juga ada dugaan korban wafat karena kelaparan tetapi hal tersebut belum kuat.

“Jadi ini yang menunggu di bandara, mungkin kedinginan, makanya ada yang meninggal itu. Informasinya sih meninggal karena kedinginan,” jelasnya.

Baca juga: Terminal 2F Bandara Soekarno-Hatta Dijadikan Khusus Penerbangan Umrah. Ini Tujuannya!

“Kalau kelaparan, kan banyak makanan di bandara. Maskapai harusnya dia bertanggung jawab, tapi Flyadeal juga sudah berniat bagus karena sudah menawarkan untuk ke hotel. Begitu saya dapat info sementara yah, ini sementara diperiksa pihak maskapainya sama penyidik Kemenhaj,” lanjutnya.

Peristiwa ini pun ramai diperbincangkan di media sosial karena ada video yang memperlihatkan jemaah yang meninggal dunia dibungkus kain putih dan dibaringkan di kursi tunggu bandara. Dalam video tersebut dijelaskan bahwa rombongan jemaah asal Makassar mengalami penundaan penerbangan selama dua hari tanpa kompensasi dan penanganan medis.

“Meninggal satu jemaah, pesawat Flyadeal, ini kita rombongan dari Makassar, ini semua yang sudah delay 2 hari tanpa dikasih kompensasi apapun. Dokter pun juga tadi tidak ada, sampai sekarang sampai meninggal dunia tidak ada,” kata perempuan perekam video tersebut.

(Himpuh)

[post-views]
Selaras