Media Berkemajuan

20 Mei 2024, 00:46

11 Negara Berhenti Danai Badan Pengungsi PBB Untuk Palestina

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Sejumlah negara berhenti mendukung Badan Pengungsi PBB untuk Palestina [UNRWA] [Foto: unrwa.org]

Jakarta, mu4.co.id – Sejumlah negara berhenti mendukung Badan Pengungsi PBB Untuk Palestina (UNRWA), lantaran adanya tuduhan Israel bahwa terdapat beberapa staf UNRWA yang terlibat dalam serangan Hamas terhadap Israel Oktober 2023 lalu.

Saat ini, jumlah staf UNRWA mencapai 13 ribu orang, sehingga Ketua UNRWA Philippe Lazzarini sangat menyayangkan berhentinya 11 negara donor dalam mendukung pendanaan UNRWA hanya karena 12 orang staf bertindak secara pribadi.

“Sangat tidak bertanggung jawab jika memberikan sanksi kepada sebuah Badan dan seluruh komunitas yang dilayaninya karena tuduhan tindakan kriminal terhadap beberapa individu, terutama pada saat perang, pengungsian dan krisis politik di negara tersebut,” kata Lazzarini dikutip Reuters, Senin (29/01/2024).

Ia mendesak negara-negara untuk mempertimbangkan kembali penangguhan pendanaan. “Kehidupan masyarakat di Gaza bergantung pada dukungan ini dan begitu pula stabilitas regional,” ucapnya.

Baca juga: Truk Bantuan Kemanusiaan Gaza Ditembaki Tentara Israel

Sementara itu, Sekjen PBB Antonio Guterres berjanji akan meminta pertanggungjawaban ‘setiap pegawai PBB yang terlibat dalam aksi teror’. Namun ia memohon kepada pemerintah negara-negara donor untuk terus mendukung UNRWA setelah 11 negara menghentikan pendanaan.

“Setiap pegawai PBB yang terlibat dalam aksi teror akan dimintai pertanggungjawaban, termasuk melalui tuntutan pidana,” kata Sekjen PBB dalam sebuah pernyataan.

Guterres juga mengatakan, dari 12 orang staf UNRWA yang terlibat dalam tuduhan tersebut, 9 orang telah diberhentikan, 1 orang dipastikan tewas dan 2 orang lainnya sedang diklarifikasi.

Adapun negara-negara yang menghentikan pendanaan bagi UNRWA diantaranya yaitu, Inggris, Jerman, Italia, Belanda, Swiss, Finlandia, Amerika Serikat, Australia, Kanada, Jepang dan Prancis. Negara-negara itu menjadi sumber dukungan penting bagi masyarakat di Gaza, sebelum adanya tuduhan tersebut.

“Meskipun saya memahami kekhawatiran mereka,  saya sendiri merasa ngeri dengan tuduhan ini, saya sangat mengimbau kepada pemerintah yang telah menghentikan kontribusi mereka, setidaknya untuk menjamin kelangsungan operasi UNRWA,” kata Guterres.

Sumber: tempo.co

[post-views]
Selaras
error: Content is protected !!