Media Utama Terpercaya

7 Juni 2026, 21:50
Search

Viral, Tradisi Jemaah Haji Bugis Sulsel Sambut Kepulangan dengan Busana Adat Mewah

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Tradisi Jemaah Haji Bugis Sulsel Sambut Kepulangan dengan Busana Adat Mewah
Tradisi Jemaah Haji Bugis Sulsel Sambut Kepulangan dengan Busana Adat Mewah [Foto: Tangkapan layar akun X @Asmaa_otb]

Makassar, mu4.co.id – Rombongan jemaah haji perempuan asal Sulawesi Selatan tampil memukau dengan mengenakan busana adat khas Bugis, lengkap dengan perhiasan dan aksesoris mewah setibanya di bandara Indonesia.

Video kepulangan mereka tersebut diunggah di media sosial X (Twitter) dan menjadi viral. Dalam video tersebut, terlihat para hajjah mengenakan gaun adat berwarna-warni cerah berbordir indah, kerudung elegan, serta perhiasan emas yang menyala. Mereka berjalan sambil menarik koper di tengah keramaian bandara, disambut keluarga dengan penuh kegembiraan.

Tradisi tersebut dikenal sebagai mabello atau pemakaian baju turung (pakaian turun haji) di kalangan masyarakat Bugis. Busana adat ini telah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi identitas budaya kuat saat menyambut kepulangan jemaah haji dari Tanah Suci.

Baca juga: Kemenhaj Larang Seremoni Berlebihan Saat Sambut Jemaah Haji. Apa Alasannya?

Menurut warga setempat, mengenakan pakaian terbaik saat tiba di kampung halaman merupakan wujud rasa syukur atas tercapainya salah satu rukun Islam. Jadi, tradisi tersebut tidak mewakili seluruh jamaah haji Indonesia yang umumnya tiba dengan busana sederhana atau seragam. Ini khas daerah Sulawesi Selatan, khususnya komunitas Bugis.

“Ini cara kami merayakan dan menunjukkan kebahagiaan setelah menyelesaikan ibadah haji,” ujar salah seorang jamaah dalam berbagai pemberitaan sebelumnya.

Video itupun menuai beragam tanggapan. Banyak netizen dari berbagai negara memuji keindahan budaya Indonesia yang kental, kelestarian masyarakat, serta semangat kebersamaan keluarga. “Mereka sangat lucu dan bahagia sekali,” tulis salah seorang pengguna.

Di sisi lain, ada juga yang mengingatkan agar tetap menjaga kesopanan sesuai ajaran Islam. Namun, sebagian besar apresiasi datang karena melihat tradisi ini sebagai perayaan positif yang penuh warna setelah perjalanan ibadah yang panjang.
(radarmalioboro)

[post-views]
Selaras