Media Berkemajuan

16 Juli 2024, 13:32

Viral, Ini Dia Diduga Aktor Utama Dibalik Serangan Siber PDNS!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Ilustrasi peretasan siber [Foto: issuu.com]

Jakarta, mu4.co.id – Ramai di media sosial beberapa waktu terakhir  yang menyudutkan satu nama dalang atau aktor utama dari permasalahan peretasan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS), yang merupakan Warga Negara Indonesia (WNI), yakni Dicky Prasetya Amaja.

Pakar digital, Anthony Leong pun menyoroti kasus tersebut dan mendesak tim siber Mabes Polri untuk segera turun tangan menyelidiki bukti-bukti yang beredar di media sosial terkait dugaan keterlibatan Dicky. “Jika terbukti benar yang bersangkutan terlibat, aparat hukum harus segera menangkap karena telah merugikan negara,” ujar Anthony pada keterangannya, Sabtu (06/07/2024).

Dicky yang diketahui sebagai mantan yang pernah bekerja di LintasArta diduga membocorkan data PDN sejak 11 Oktober 2022 melalui unggahan dokumen rahasia negara secara sengaja di situs Scribd (platform berbagi dokumen di mana pengguna bisa mengunggah dan mengunduh dokumen dengan membayar). Dan salah satu dokumen yang dibocorkan oleh Dicky adalah akses virtual cloud/portal dan akses virtual private network (VPN) PDN.

“Masyarakat bisa unduh semua dokumen yang bersangkutan upload tersebut. Dokumen-dokumen rahasia semua dibocorkan secara sengaja. Semua bencana siber sejak dua tahun ini bisa jadi bermula dari dokumen bocor ini. Bayangkan jika ditarik mundur ke 2022, ada berapa banyak kebocoran data yang terjadi?” kata Anthony.

Baca juga: Password ke Server PDN Cuma Pakai Admin#1234, Hanya 11 Detik Dapat Dibobol!

Oleh karena itu, Anthony pun meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) agar segera melakukan audit terhadap PDN untuk mengatasi dan mencegah kebocoran data lebih lanjut. Selain itu, ia juga menekankan bahwa insiden yang menimpa PDN merupakan sebuah teror siber, diduga melibatkan orang dalam yang mungkin sengaja membuka akses data.

“Ini adalah teror siber kepada PDN. Diduga ada keterlibatan orang dalam karena ada potensi orang dalam yang membuka data-data ini keluar. Jadi boleh dibilang bukan hackernya hebat. Dari bahasanya narasi permintaan maaf juga seperti orang Indonesia,” tambahnya.

Lebih lanjut Anthony menyatakan jika gangguan disebabkan oleh serangan siber dengan metode ransomware, risiko yang dihadapi sangat besar. Ia menyebut kebocoran data bisa meluas ke instansi lain yang menyimpan data masyarakat.

“Bukan hanya mengganggu layanan publik, tapi juga mengancam bocornya data pribadi masyarakat yang ada di PDNS. Apalagi kemarin dugaan kebocoran data juga terjadi di INAFIS hingga BAIS TNI. Ini sangat berbahaya sekali, tidak boleh dianggap remeh,” sambungnya.
(tvonenews.com)

[post-views]
Selaras