Media Utama Terpercaya

13 Januari 2026, 08:11
Search

Universitas Muhammadiyah Magelang Resmikan Fakultas Kedokteran. Begini Perjalanannya!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Peresmian FK UNIMMA
Peresmian FK UNIMMA. [Foto: UNIMMA]

Magelang, mu4.co.id – Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) meresmikan Program Studi Sarjana Kedokteran dan Studi Pendidikan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran (FK) di Auditorium Kampus 1 UNIMMA, Kamis (8/1).

Peresmian tersebut dilakukan secara simbolis oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Budi Sadikin Gunadi, Ketua LLDIKTI Wilayah VI, Prof. Dr. Aisyah Endah Palupi, M.Pd., serta Rektor UNIMMA Dr. Lilik Andriyani, S.E., M.Si.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan Surat Keputusan Izin Pembukaan Program Studi Kedokteran yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Surat tersebut diserahkan oleh Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VI (LLDIKTI VI) kepada Rektor UNIMMA.

Dalam sambutannya, Rektor menyebutkan bahwa pendirian FK ini adalah agenda strategis universitas yang didukung oleh akreditasi institusi yang Unggul, dan perjuangan pendirian tersebut dilalui selama tiga tahun.

Baca juga: Kekurangan Dokter Spesialis, Prabowo Tambah 30 Fakultas Kedokteran Baru!

“Hari ini, lahirnya Fakultas Kedokteran UNIMMA menjadi tonggak sejarah penting bagi Universitas Muhammadiyah Magelang. Kehadiran fakultas baru ini merupakan wujud ikhtiar Muhammadiyah dalam dakwah amar ma’ruf nahi munkar, khususnya melalui dakwah pendidikan dan kesehatan, sekaligus menjadi kontribusi nyata dalam mendukung upaya nasional peningkatan kualitas dan pemerataan tenaga dokter di Indonesia,” ujarnya dilansir dari laman resmi UNIMMA, Senin (12/1).

Sementara itu, Ketua LLDIKTI Wilayah VI menyampaikan bahwa di bawah LLDIKTI Wilayah VI ada 218 perguruan swasta dan hanya 16 diantaranya yang meraih arkreditasi unggul dan memenuhi kriteria untuk membuka FK. Dan UNIMMA menjadi perguruan tinggi swasta ke-10 yang merealisasikan pendirian FK tersebut.

“Perjuangan yang cukup panjang, setelah UNIMMA memiliki predikat Unggul sejak Mei 2024, UNIMMA melakukan pembenahan diri secara masif dan berkesinambungan dan pada akhirnya program studi ini lahir,” kata Prof. Aisyah.

“Atas nama Kemdiktisaintek saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada UNIMMA yang telah menghadirkan prodi kedokteran ini. Sejalan dengan kebijakan Kemdiktisaintek, perguruan tinggi memang dituntut untuk tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademik tetapi juga dituntut untuk memiliki karakter, integritas, kemampuan adaptif, dan kepekaan sosial,” lanjutnya.

Baca juga: UMBJM Segera Dirikan Fakultas Kedokteran, Haedar: Berpotensi Jadi Center of Excellence di Kalsel

Sedangkan Menteri Kesehatan menyatakan kepercayaannya pada Muhammdiyah untuk membantu menyelesaikan permasalahan krisis kekurangan dokter di Indonesia yang mencapai 560.000 orang karena kapasitas nasional baru mampu menutup sepertiga dari jumlah tersebut.

Kehadiran FK UNIMMA ini memperkokoh jaringan pelayanan kesehatan Muhammadiyah. Berdasarkan data 2024-2025, Muhammadiyah telah berhasil membangun sistem kesehatan yang mandiri dan terintegrasi karena saat ini terdapat 23 FK di bawah naungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah Aisyiyah (PTMA) yang mencetak ribuan dokter setiap tahunnya.

Lulusan-lulusan FK di bawah PTMA tersebut disiapkan untuk mengisi Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) bidang kesehatan yang terdiri dari sekitar 128 rumah sakit (termasuk RS PKU, RS Aisyiyah) serta sekitar 260 klinik yang menjangkau hingga pelosok kecamatan.

(UNIMMA, Majelis Tablig PWM Jateng)

[post-views]
Selaras