Media Utama Terpercaya

6 September 2026, 16:14
Search

UFGD Gandeng Muhammadiyah, Gagas Masjid Bernuansa Al-Aqsa di Indonesia

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Muhammadiyah
UFGD Gandeng Muhammadiyah Gagas Masjid Bernuansa Al-Aqsa di Indonesia [Foto: muhammadiyah.or.id]

Jakarta, mu4.co.id – Lembaga Hubungan dan Kerja Sama Internasional (LHKI) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menerima kunjungan delegasi United Foundation for Global Development (UFGD) bersama Duta Besar Palestina untuk Indonesia dan Wakilnya di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (03/09/2026).

Kedatangan mereka ke Indonesia sendiri atas undangan khusus Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdalfatah A. K. Alsattari. Dalam surat Kedutaan Besar Palestina di Jakarta kepada PP Muhammadiyah, kunjungan delegasi tersebut berkaitan dengan proyek sosial Al-Aqsa Mosque in Indonesia atau pembangunan masjid di Indonesia dengan bentuk yang terinspirasi dari Masjidil Aqsa di Palestina, sekaligus upaya memperkuat kerja sama sosial dan kemanusiaan antara Palestina dan Indonesia.

Diketahui, UFGD selama ini menjalankan berbagai program sosial dan kemanusiaan, terutama di sejumlah negara Afrika. Program tersebut mencakup pembangunan masjid dan penyediaan akses air berkelanjutan, termasuk di Nigeria dan Ghana. UFGD juga telah memulai pembangunan sebuah masjid di wilayah Tangerang Utara yang diberi nama Masjid Hind Rajab. Organisasi tersebut akan menghimpun dukungan sponsor untuk membiayai pengembangan proyek sosial selanjutnya.

Ketua LHKI PP Muhammadiyah, Imam Addaruqutni pun menyambut baik gagasan pembangunan tersebut. “Kami mewakili Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang hari ini berhalangan hadir menyambut, (saya) menyampaikan antusiasme atas proyek pembangunan masjid yang serupa dengan Masjidil Aqsa di Indonesia,” ujarnya.

Baca juga: Dewan Muslim Britania Kagumi Kiprah Muhammadiyah, PCIM Britania Raya dan Irlandia Resmi Dikukuhkan!

Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdalfatah A. K. Alsattari, juga menyambut baik pertemuan tersebut, yang diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi antara organisasi masyarakat sipil yang bergerak dalam aksi sosial dengan Muhammadiyah. “Saya sengaja mengundang UFGD ke Indonesia secara khusus untuk proyek ini, agar masyarakat Indonesia juga turut merasakan kontribusi dan kedermawanan timbal balik dari warga Palestina,” ujarnya.

Adapun gagasan pembangunan masjid menyerupai Masjidil Aqsa di Indonesia diharapkan tidak hanya menghadirkan sebuah bangunan, tetapi juga menjadi sarana mendekatkan masyarakat Indonesia dengan Palestina. “Harapan kami adalah bisa membantu orang-orang yang belum bisa ke Palestina untuk merasakan salat di masjid yang menyerupai Masjidil Aqsa dan menambah kerinduan serta kecintaan kepada Al-Aqsa,” ungkap salah satu delegasi UFGD terdiri dari Abdullah Raed Shihda.

Menurutnya, Indonesia dipilih karena memiliki kedekatan yang kuat dengan Palestina. Ia menyinggung besarnya dukungan masyarakat Indonesia selama ini melalui berbagai kegiatan kemanusiaan, termasuk pembangunan rumah sakit dan sekolah bagi masyarakat Palestina. “Kami tahu Indonesia banyak membantu warga kami di Palestina, seperti membangun rumah sakit dan sekolah. Kami ingin membalas kebaikan tersebut dengan membangun masjid yang mirip Masjidil Aqsa di Indonesia,” katanya.

Delegasi UFGD lainnya, Barhum Daoud Mahmud menambahkan bahwa kedatangan UFGD ke Muhammadiyah bukan untuk meminta bantuan, melainkan memperluas koneksi dan memperkenalkan program sosial yang mereka jalankan. “Kedatangan kami di sini bukan untuk meminta apa pun, tetapi kami hanya ingin menjalin koneksi, mengenalkan diri, dan mensyiarkan proyek-proyek kami. Organisasi kami belum besar, tetapi kami yakin dengan adanya pertemuan dengan Muhammadiyah ini bisa membantu kami menguatkan organisasi kami,” ujarnya.

Ia menegaskan meski digerakkan oleh warga Palestina, UFGD tidak membatasi kerja sosialnya hanya untuk Palestina. “Bagi kami seluruh warga dunia, khususnya kaum Muslim, punya hak yang sama dalam mendapatkan bantuan. Kami berasal dari Palestina, tetapi fokus organisasi kami adalah membantu negara-negara miskin yang ada di Afrika,” pungkasnya.
(muhammadiyah.or.id)

[post-views]
Selaras