Banjarmasin, mu4.co.id – Tim pemulasaran jenazah Masjid Agung Al-Munawwarah Banjarbaru melakukan kunjungan dan studi tiru ke Masjid Al Jihad Banjarmasin pada Rabu (2/9) siang.
Kegiatan ini bertujuan untuk mempelajari pengelolaan pemulasaran jenazah sekaligus mengevaluasi hal-hal yang perlu diperbaiki di fasilitas pemulasaran Masjid Agung Al-Munawwarah.
Kunjungan tersebut diawali dengan pemaparan materi pemulasaran jenazah oleh Ustaz H. Mairijani, M.Ag. yang disimak antusias oleh tim Masjid Agung Al-Munawwarah. Dalam kesempatan itu, tim Masjid Al-Munawwarah juga menyerahkan infak berupa kain kafan kepada Badan Penyelenggara Jenazah Masjid Al Jihad Banjarmasin untuk dimanfaatkan.
Sebagai penutup, tim Masjid Agung Al-Munawwarah diajak untuk melihat langsung ruang pemandian jenazah Masjid Al Jihad Banjarmasin yang diperkenalkan langsung oleh tim penyelenggaraan jenazah muslimah, Tien Hailini dan Meirina.
Masjid Agung Al-Munawwarah yang merupakan masjid di bawah naungan Pemko Banjarbaru itu diketahui telah memiliki fasilitas khusus pemulasaran jenazah selama sekitar satu tahun terakhir.
“Kami ingin tau lebih banyak bagaimana penyelenggaraan jenazah di masjid, dan apa yang menjadi kekurangan kami,” ujar salah satu anggota tim pemulasaran jenazah Masjid Agung Al-Munawwarah, Masliati, kepada mu4.co.id.
Masliati menjelaskan, Masjid Al Jihad Banjarmasin dipilih sebagai lokasi studi tiru karena dinilai memiliki fasilitas pemulasaran jenazah yang lebih lengkap serta pengalaman yang cukup banyak dalam menangani pemulasaran jenazah.

“Karena kami melihat Masjid Al Jihad lebih lengkap (fasilitas) gitu, dan sudah banyak dikenal (pengalaman pemulasaran jenazah),” ucapnya.
Ia berharap setelah mendapatkan pembelajaran di Masjid Al Jihad Banjarmasin, tim pemulasaran jenazah Masjid Al-Munawwarah Banjarbaru dapat lebih mandiri dan mampu menjalankan proses pemulasaran tanpa harus selalu didampingi warga setempat yang sudah berpengalaman.
Ia juga berharap studi tiru tersebut dapat menambah pengetahuan timnya, sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki berbagai kekurangan di fasilitas mereka. Dengan begitu, proses pemulasaran jenazah ke depan dapat berjalan lebih mudah dan optimal.















