Makkah, mu4.co.id – Pemerintah Arab Saudi mengimbau jemaah haji 2026 untuk menghindari aktivitas luar ruangan pada pukul 10.00–16.00 waktu setempat di tengah potensi suhu ekstrem hingga 47 derajat Celsius selama puncak haji.
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi meminta jemaah tetap berada di tenda atau penginapan, beristirahat, serta mengurangi aktivitas di bawah terik matahari guna mencegah kelelahan panas dan heatstroke. Jemaah juga dianjurkan melaksanakan salat di masjid terdekat dan tidak memaksakan berjalan kaki saat kondisi fisik melemah akibat cuaca panas.
Selain itu, jemaah diminta segera menghubungi layanan darurat 911 apabila mengalami gejala seperti pusing, sakit kepala, suhu tubuh meningkat, atau pandangan kabur.
Baca Juga: Bus Shalawat Dihentikan Sementara Jelang Wukuf. Ini Jadwalnya!
Otoritas kesehatan Arab Saudi melaporkan sebanyak 144 jemaah telah mengalami heatstroke sejak rangkaian utama ibadah haji dimulai. Untuk mengantisipasi lonjakan kasus akibat cuaca ekstrem, lebih dari 50.000 tenaga kesehatan dan 3.000 ambulans disiagakan di kawasan tanah suci.
Suhu selama musim haji diperkirakan mencapai 44 hingga 47 derajat Celsius menjelang wukuf di Arafah.
Selain panas ekstrem, angin kencang berkecepatan 15–40 kilometer per jam juga berpotensi membawa debu dan pasir yang dapat memicu gangguan kesehatan, terutama bagi jemaah dengan masalah pernapasan.
Baca Juga: Khutbah Arafah 1447 H, Syekh Al-Hudhaifi Tekankan Pentingnya Tauhid
Sementara itu, penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M telah diikuti sekitar 1,7 juta jemaah dari berbagai negara. Data resmi otoritas Saudi mencatat sebanyak 1,54 juta merupakan jemaah internasional, sedangkan 160 ribu lainnya berasal dari dalam negeri Arab Saudi.
Dilansir dari Himpuh pada Rabu (27/5), jemaah laki-laki tercatat berjumlah 893.396 orang dan perempuan 813.905 orang. Mayoritas jemaah tiba melalui jalur udara, sementara sisanya menggunakan jalur darat dan laut.
Untuk mendukung operasional haji, Arab Saudi mengerahkan lebih dari 441 ribu petugas dan pekerja serta dibantu sekitar 26 ribu relawan.
(Himpuh)












