Jakarta, mu4.co.id – Badan Anggaran (Banggar) DPR RI mengusulkan pemerintah membuat aturan pembelian LPG 3 kg dengan verifikasi sidik jari atau retina agar penyaluran subsidi tepat sasaran. Ketua Banggar, Said Abdullah, menilai penggunaan biometrik sebagai cara paling efektif untuk mencegah subsidi salah sasaran.
“Caranya bukan sekadar semata-mata pemerintah punya data sentral, tapi juga lakukanlah berulang kali saya bolak-balik (usul) dengan sidik jari atau retina mata bagi orang yang berhak untuk mendapatkan tabung LPG 3 kg,” jelas Said Abdullah dikutip dari CNN, Kamis (9/4).
Usulan tersebut disampaikan saat menanggapi wacana pengurangan subsidi BBM karena dinilai membebani APBN. Ia pun menyatakan tidak sepakat dengan rencana tersebut.
“Kalau subsidi BBM dikurangi, kami nggak setuju. Yang diperlukan justru adalah subsidi LPG 3 kg itu harus tepat sasaran, targeted,” tutur Said.
Baca Juga: MUI Haramkan Penggunaan LPG dan BBM Subsidi Untuk Orang Kaya. Ini Penjelasannya!
Said Abdullah menyatakan jumlah penerima LPG 3 kg yang benar-benar berhak diperkirakan hanya sekitar 5,4 juta orang, lebih kecil dari pagu 8,6 juta, sehingga anggaran bisa lebih tepat sasaran.
Ia juga menegaskan kenaikan harga minyak dunia berdampak luas, sehingga berharap tidak ada pihak yang mengubah subsidi BBM bagi masyarakat.
“Kalau soal beban-membebani dengan kenaikan harga minyak energi internasional, apa sih yang tidak terbebani? Kan iya. Kenapa kita mengotak-atik subsidi? Kenapa kita tidak bicara terhadap harga nonsubsidi yang sampai sekarang belum naik?” tegas Said.
“Kenapa yang untuk orang miskin yang diotak-atik? Jangan dong. Kalau mau diotak-atik yang sudah dijual di pasar yang nggak harga keekonomian, itu lebih make sense,” lanjutnya.
(CNN)














