Media Utama Terpercaya

13 Januari 2026, 18:32
Search

Sabida Thaiseth, Sosok Perempuan Muslim Pertama di Kabinet Thailand!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Sabida Thaiseth, Menteri Kebudayaan Thailand
Sabida Thaiseth, Menteri Kebudayaan Thailand. [Foto: jernih.co]

Thailand, mu4.co.id – Sabida Thaiseth mencatat sejarah sebagai perempuan Muslim pertama yang menjabat Menteri Kebudayaan Thailand. Ia resmi mengemban jabatan tersebut sejak 19 September 2025 dalam kabinet Perdana Menteri Anutin Charnvirakul.

Penunjukan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk mendorong inklusivitas dan memperkuat persatuan nasional, terutama di kawasan selatan Thailand yang mayoritas penduduknya Muslim. 

Pengangkatannya juga menjadi tonggak penting bagi representasi perempuan dan minoritas agama di tingkat kepemimpinan nasional.

Baca Juga: Mamdani Jadi Pemuda Muslim Pertama Pimpin New York. Berikut Profilnya!

“Thailand adalah rumah bagi banyak identitas. Tugas saya bukan hanya menjaga satu warna, melainkan memastikan seluruh spektrum warna budaya kita—dari kuil hingga masjid, dari pegunungan hingga pesisir—menjadi kekuatan tunggal yang diakui dunia,” kata Sabida Thaiseth dikutip dari Portal Islam, Ahad (4/1).

Perempuan kelahiran 1984 ini merupakan sarjana hukum dari Universitas Assumption, Thailand, dan melanjutkan pendidikan hukum perdagangan internasional di University of Westminster, London.

Sabida sendiri telah lama berkecimpung di dunia pemerintahan. Pada September 2024, ia pernah dilantik sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri menggantikan ayahnya, Chada Thaiseth, seorang tokoh politik berpengaruh asal Provinsi Uthai Thani yang memiliki basis kuat di kawasan Sakae Krang.

Dalam susunan kabinet Thailand saat ini yang beranggotakan 35 menteri dan dipimpin oleh seorang Perdana Menteri, Sabida memegang peran yang sangat penting.

Seperti yang diketahui, Thailand saat ini sedang meningkatkan strategi soft power untuk memulihkan ekonomi pascapandemi, karena itu, Sabida dinilai mampu menjembatani warisan budaya dengan ekonomi kreatif modern, serta menghadirkan perspektif baru bahwa keragaman budaya adalah aset global bernilai ekonomi.

Baca Juga: Tajikistan, Negara Mayoritas Muslim yang Larang Hijab. Kenapa?

Melalui visi “Thai Thai”, Sabida mendorong budaya Thailand tak hanya dilestarikan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi dan industri kreatif yang inklusif. 

Di bawah kepemimpinannya, Kementerian Kebudayaan diharapkan lebih aktif memajukan festival internasional seperti Songkran dan Loy Krathong, sekaligus mengangkat potensi budaya Islam Thailand, termasuk kerajinan dan kuliner halal.

Sabida juga mendorong kolaborasi digital dengan kreator konten untuk promosi global. Baginya, soft power yang efektif adalah budaya yang relevan secara global tanpa meninggalkan nilai spiritualnya.

“Budaya adalah aset hidup. Manfaat ekonominya harus dirasakan oleh masyarakat, tanpa mengorbankan identitas dan jiwa bangsa,” ujarnya. 

(Portal Islam, Langit7, Majoriti)

[post-views]
Selaras