Media Berkemajuan

16 Juli 2024, 13:35

Ribuan Pohon di Banjarmasin Miliki Asuransi, DLH Bayar Rp100 Juta Setahun!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Ilustrasi pohon tumbang [Foto: Era Madani]

Banjarmasin, mu4.co.id – Ribuan pohon peneduh di Banjarmasin sekarang mendapat perlindungan asuransi. Dalam program asuransi pohon ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin bermitra dengan PT Asuransi Bumida. 

Penandatanganan kesepakatan kerja sama dilakukan pada Selasa (28/5) di kantor DLH di Jalan RE Martadinata, Banjarmasin Barat. Langkah ini bukan hal baru karena telah direncanakan sejak meningkatnya kejadian pohon tumbang.

Asuransi pohon ini bertujuan untuk melindungi masyarakat dari risiko pohon tumbang. Selama satu tahun, DLH akan membayar premi asuransi sebesar Rp100 juta.

Baca Juga: Hujan Disertai Angin Kencang Terjang Banjarmasin, Akibatkan Pohon Tumbang Hingga Bangunan Runtuh

“Ketika ada pohon yang tumbang dan menimpa warga, kendaraan atau rumah, maka yang bersangkutan bakal mendapat santunan,” ucap Sekretaris DLH Banjarmasin, Wahyu Hardi Cahyono, dikutip dari Radar Banjarmasin, Ahad (9/6).

“Kita tentu tidak menginginkan itu terjadi. Tapi dengan adanya asuransi ini masyarakat bisa merasa lebih aman,” lanjutnya.

Berdasarkan data tahun 2022, Pemko memiliki 7.237 pohon yang tersebar di 111 jalan. Dari jumlah itu, 7.000 pohon telah diasuransikan. Namun, jika pohon yang tumbang bukan milik Pemko, maka kerugiannya tidak akan dicover oleh pihak asuransi.

“Yang bisa diklaim asuransi hanya pohon milik pemko,” tegas Wahyu.

Baca Juga: Hujan dan Angin Kencang, Satu Pengendara Motor Meninggal Tertimpa Pohon Tumbang

Wahyu mengharapkan agar masyarakat lebih waspada dalam pencegahan. Saat cuaca buruk, disarankan untuk tidak berada di bawah pepohonan atau memarkir kendaraan di bawahnya.

Selain itu, jika ada pohon yang miring dan dianggap berbahaya, diharapkan segera melaporkannya ke DLH. Rencana selanjutnya, DLH akan membeli peralatan USG pohon untuk mendeteksi pohon yang kemungkinan besar akan tumbang.

“Tapi, menunggu anggarannya tersedia. Karena harga alatnya cukup mahal, Rp300 juta,” tutupnya.

(Radar Banjarmasin)

[post-views]
Selaras