Media Utama Terpercaya

9 April 2026, 19:48
Search

Revolusi Sampah Banjarbaru Dimulai dari Rumah, Warga Jadi Kunci Utama

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Revolusi Sampah Banjarbaru
Revolusi Sampah Banjarbaru [Foto: Ilustrasi mu4.co.id]

Banjarbaru, mu4.co.id – Arah pengelolaan sampah di Kota Banjarbaru kini bergerak menuju pendekatan yang lebih mendasar dimulai dari sumbernya, yaitu dari rumah tangga.

Perubahan ini merupakan arah kebijakan yang ditegaskan dalam Peraturan Daerah Kota Banjarbaru Nomor 5 Tahun 2023 tentang Pengelolaan Sampah, yang menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam sistem persampahan kota.

Sampah tidak lagi diposisikan sebagai beban yang harus segera disingkirkan, melainkan sebagai sumber daya yang memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan benar dan tepat.

Skema sederhana ini menjadi fondasi penting dalam menekan volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA), sekaligus membuka peluang ekonomi melalui bank sampah dan aktivitas daur ulang.

Baca juga: DLH Kalsel Bagikan 2.000 Lebih Fasilitas Pengelolaan Sampah. Dimana Saja?

Mengenai hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarbaru, Shanty Eka Septiani mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan para Camat dan Lurah agar segera membuat strategi pengelolaan sampah berdasarkan hasil kesepakatan bersama dengan masyarakat wilayah masing-masing untuk mendorong perubahan perilaku sehingga melalukan pemilahan sampah dari rumah.

“Pemilahan nantinya menjadi 2 jenis yakni organik (sisa dapur atau makanan sampah basah) dan sampah anorganik. Sampah organik harus diselesaikan dari sekitar sumber sampah atau sekitar rumah bisa dibuat kompos,” ucapnya, dilansir dari laman resmi Media Center Banjarbaru, Rabu (08/04/2026).

“Melakukan identifikasi bersama-sama warga fasilitas pengolahan sampah organik yang akan digunakan di wilayah masing-masing. Kami dari DLH persoalan sampah ini menjadi masalah bersama yang tidak bisa diselesaikan DLH saja,” sambungnya.

Karenanya, ia pun mengharapkan kolaborasi dan dukungan terutama dari para Camat dan Lurah sebagai perangkat pemerintah yang berhadapan langsung dengan masyarakat agar dapat mendorong lebih berpartisipasi dalam mengelola sampahnya sendiri.

“Harapannya setelah studi tiru kemaren di Kel. Rorotan, Camat dan Lurah bersama-sama Dinas LH dan SKPD terkait untuk melakukan edukasi kepada masyarakat agar memilah sampah dari rumah,” harapnya.

Adapun langkah nyata dari hal tersebut dapat dilihat di RT 33 RW 07 Kelurahan Syamsudin Noor, di mana warga selama delapan bulan terakhir secara konsisten menjalankan program “Markisa” (Mari Kita Sedekah Sampah).

Baca juga: Nilai IPM Tertinggi, Banjarbaru Jadi Kota dengan SDM Terbaik di Kalsel 2025

Setiap Ahad pagi, sampah nonorganik yang masih memiliki nilai ekonomi dikumpulkan, dipilah, lalu dikelola melalui bank sampah warga. Sementara itu, sampah organik tidak lagi dibuang.

Warga mengolahnya melalui sumur komposter yang ditempatkan di lingkungan permukiman. Setiap sampah yang masuk bahkan dicatat secara sistematis untuk mengetahui volume sampah yang berhasil ditahan agar tidak berakhir di TPS. Pendekatan ini membuat pengelolaan sampah tidak lagi sekadar aktivitas lingkungan, tetapi juga berbasis data.

Dengan pola ini, alur pengelolaan sampah menjadi jauh lebih jelas. Organik diolah, anorganik dimanfaatkan kembali dan hanya residu yang akhirnya dibuang. Langkah-langkah itupun menunjukkan bahwa gerakan pengelolaan sampah di Banjarbaru mulai bergerak menuju sistem yang lebih terstruktur, terencana dan berkelanjutan.

Tidak hanya itu, ke depan, setiap RT di Banjarbaru juga didorong untuk mulai menyusun roadmap pengelolaan sampah di wilayahnya masing-masing, agar gerakan pengelolaan sampah tidak berhenti sebagai kegiatan insidental, tetapi berkembang menjadi sistem yang berkelanjutan dan terukur.

Jika setiap RT mampu menyusun dan menjalankan roadmap pengelolaan sampahnya sendiri, maka transformasi kota bukan lagi sekadar harapan, melait menjadi gerakan nyata yang tumbuh dari rumah, digerakkan oleh warga dan bersama-sama membentuk Banjarbaru yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.

[post-views]
Selaras