Media Utama Terpercaya

9 Oktober 2026, 21:44
Search

Presiden Prabowo Luncurkan 11 Proyek Hilirisasi di Maluku Utara dengan Total Investasi Mencapai Rp180 Triliun!

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Hilirisasi
Presiden Prabowo Luncurkan 11 Proyek Hilirisasi di Maluku Utara [Foto: setneg.go.id]

Maluku Utara, mu4.co.id – Presiden Prabowo Subianto resmi memulai komersialisasi dan groundbreaking 11 ekosistem hilirisasi nikel serta melepas ekspor perdana baterai kendaraan llistrik, di kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara, Kamis (08/10/2026).

Dalam kesempatan itu, Prabowo menjelaskan bahwa proyek hilirisasi tersebut terdiri dari 4 proyek industri yang telah memasuki tahap komersialisasi dan 7 proyek industri baru yang mulai dibangun, dengan total nilai investasi mencapai USD10,2 miliar atau sekitar Rp180 triliun.

Keseluruhan proyek tersebut menjadi bagian dari pengembangan ekosistem hilirisasi di kawasan IWIP yang diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam di dalam negeri.

“Hari ini kita akan meluncurkan ekspor perdana baterai kendaraan listrik. Kemudian kita juga akan meluncurkan 11 proyek hilirisasi, terdiri dari komersialisasi 4 proyek industri dan dimulai pembangunan 7 proyek industri baru, di kawasan ini, Kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park,” ucap Presiden Prabowo, dikutip dari setneg.go.id.

Baca juga: Prabowo Minta Rekrutmen TNI/Polri Buka Peluang Calon Anggota Berkacamata, Asalkan Cerdas. Ini Alasannya!

Dirinya menegaskan bahwa pengembangan industri hilirisasi merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengelola kekayaan alam Indonesia secara optimal. Menurutnya, sumber daya alam yang dimiliki Indonesia harus diolah dan dikembangkan di dalam negeri agar memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.

Sebelumnya, Presiden Prabowo meninjau sejumlah fasilitas industri yang dilalui dalam perjalanan menuju lokasi acara, antara lain industri bahan baku baterai (precursor), pengolahan nikel, hingga fasilitas industri aluminium.

Sementara itu, dalam laporannya, Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan bahwa rangkaian proyek yang diluncurkan mencakup sejumlah industri yang telah memasuki tahap komersialisasi maupun proyek baru yang akan segera dibangun.

“Ini bergerak dari material baterai berbasis nikel, kemudian proyeksi baterai, aluminium elektrolit, alat berat berbasis listrik itu yang sudah selesai,” tuturnya, Kamis (08/10/2026).

“Kemudian yang akan digerakkan groundbreaking adalah material baterai berbasis nikel juga, separator baterai EV dan ini adalah yang pertama, elektronik baterai EV dan juga aluminium elektronik, aluminium elektronik ada dua, dan juga alat berat berbasis listrik yang akan dibangun untuk truk dan juga pertambangan dan juga industri, dan juga photovoltaic glass untuk solar energy industry,” tambah Rosan.

[post-views]
Selaras