Media Berkemajuan

4 April 2025, 10:25
Search

Perlu Diketahui, Ini Perbedaan Haji Furoda dan Haji Plus!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Perbedaan haji Furoda dengan haji ONH Plus
Perbedaan haji Furoda dengan haji ONH Plus [Foto: umroh.com]

Banjarmasin, mu4.co.id – Kita barangkali sering mendengar istilah Haji Furoda dan Haji Plus. Namun sebagian dari kita belum mengetahui dengan jelas perbedaan di antara keduanya.

Lantas apa perbedaan mendasar antara Haji Furoda dan Haji Plus?

Biasanya dikarenakan panjangnya daftar tunggu (waiting list) jemaah haji reguler di Indonesia hingga mencapai puluhan tahun, maka jemaah yang memiliki kelebihan rezeki lebih memilih program haji Furoda atau haji Plus.     

Perbedaan Haji Furoda dan Haji Plus

Pada dasarnya, haji Furoda merupakan program haji yang tidak dikelola Kemenag, melainkan melalui travel agen Haji yang kuotanya didapat khusus dari pemerintah Arab Saudi. Sementara, yang dimaksud haji Plus atau Ongkos Naik haji (ONH) Plus yaitu program haji dari pemerintah namun sifatnya lebih cepat dari haji reguler.

Lalu bila ditinjau dari segi biaya, haji furoda dan haji plus tentu saja biayanya lebih mahal dari haji reguler. Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia AMPHURI, Rizky Sembada.

“Haji furoda dan haji plus biayanya sekitar 4x lebih mahal dari biaya regular,” kata Rizky Sembada, dikutip dari detik.com, Kamis (25/4).

Baca juga: Berikut Ini Jadwal Keberangkatan jemaah Haji Indonesia 2024

Haji furoda biayanya bisa mencapai ratusan juta, di mana tarif tersebut digunakan pihak agen untuk sejumlah fasilitas jamaah. Mulai dari akomodasi hingga visa mujamalah.

Selain biaya, jemaah haji furoda juga bisa langsung berangkat di tahun yang sama saat dia mendaftar. Sedangkan, jemaah haji plus lama waktu tunggu antrean keberangkatan umumnya sekitar 5-9 tahun, lebih cepat dibanding antrean daftar tunggu haji reguler.

“Apabila mendaftar tahun ini, maka mereka (jemaah haji furoda) berangkat tahun ini. Biayanya bisa hampir dua kali lipat dari haji plus,” tambah Rizky.

Untuk visa, jemaah haji Furoda menggunakan visa mujamalah yang didapatkan secara khusus dari pemerintah Arab Saudi yang visanya bisa didapatkan dengan cepat.

Oleh karena itu visa jemaah haji furoda di luar kuota visa haji regular yang telah ditetapkan Kemenag RI. Jadi, jemaah haji furoda disebut juga haji non-kuota.

Sementara, haji ONH Plus termasuk kuota haji pemerintah Indonesia yang lama tunggunya lebih pendek dari haji regular atau kadang dikenal dengan kuota haji percepatan namun jumlahnya terbatas.

Baca juga: Menag RI Perjuangkan Jalur Fast Track Haji 2024 dengan Imigrasi Saudi. Seperti Apa?

Waktu pemberangkatan haji plus biasanya dilakukan setelah jemaah haji reguler berangkat seluruhnya.

Untuk lama tinggal di tanah suci. Bagi Jemaah haji Furoda mempunyai durasi paling singkat yaitu hanya 16-24 hari saja sejak waktu keberangkatan hingga kepulangan. Sementara untuk program haji plus biasanya hanya sekitar 25 hari saja. Sedangkan dengan haji regular kurang lebih 40 hari.

Dan dikarenakan biayanya yang lebih mahal, maka fasilitas yang didapat oleh jemaah haji Furoda dan haji Plus juga lebih bagus seperti penginapan hotel bintang 5, maktab VIP, tenda khusus di Arafah, lokasi penginapan jemaah lebih dekat dengan Masjidil Haram dan mendapatkan bimbingan haji yang lebih intensif serta eksklusif.

Perlu diketahui, Pemerintah Indonesia telah melegalkan penyelenggaraan haji furoda melalui Undang-Undang No 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah (UUPIHU). Sehingga Haji furoda dan haji ONH plus diawasi oleh pihak Kemenag dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK). Jadi, pihak travel haji yang tak memiliki izin tidak boleh menyelenggarakan haji furoda.

Sehingga pihak PIHK juga diharuskan melapor ke Kemenag ketika akan memberangkatkan calon jemaah hajinya. Jika tidak, maka mereka bisa saja terancam dicabut izinnya.

[post-views]
Selaras