Media Berkemajuan

13 April 2024, 10:26

Peneliti Temukan Kota Kuno di Ethiopia yang Ungkap Sejarah Islam!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Islam di Ethiopia
Sisa-sisa masjid abad ke-12 [Foto: bbc.com]

Ethiopia, mu4.co.id – Sebuah Kota kuno yang diperkirakan berusia lebih dari 1.000 tahun telah ditemukan di Ethiopia pada tahun 2017 lalu,  dan penemuan tersebut memberikan wawasan tentang asal-usul Islam di kawasan tersebut.

Pemukiman yang terletak di dekat kota Dire Dawa yang merupakan kota terbesar kedua dan berada di bagian Barat Ethiopia. Di sebelah timur negara itu, terdiri dari bangunan-bangunan dengan balok-balok batu besar, yang memunculkan mitos lokal bahwa orang-orang bertubuh raksasa pernah tinggal di sana. Para peneliti pun percaya bahwa pemukiman tersebut sudah ada sejak abad ke-10.

Tim dari Universitas Exeter dan Otoritas Ethiopia untuk Penelitian dan Konservasi Warisan Budaya pun menemukan sebuah masjid abad ke-12 di Harlaa, yang termasuk bukti dari pemakaman dan batu nisan Islam. Selain itu juga mereka menemukan artefak dari India dan China, yang menunjukkan bahwa wilayah tersebut berfungsi sebagai pusat bagi pedagang asing.

Baca juga: Penemuan Anak Panah Kuno Berbahan Meteorit, Jadi Bukti Perdagangan Kuno

Sebagai informasi, Nabi Muhammad SAW wafat pada pertengahan abad ke-7, dan Islam diperkirakan telah menyebar ke garis pantai Afrika Timur sekitar abad ke-8. Namun tradisi sebelumnya menyatakan bahwa Nabi Muhammad mengirim beberapa pengikut pertamanya ke Abyssinia (sekarang Etiopia) pada awal abad ke-7.

Menurut Pew Research Center diperkirakan terdapat hampir 250 juta Muslim di Afrika sub-Sahara atau sekitar 30% dari total populasi di wilayah tersebut, namun Ethiopia memiliki mayoritas penduduk beragama Kristen.

“Arkeologi Islam telah diabaikan di Ethiopia karena orang-orang berkonsentrasi pada hal-hal lain,” kata profesor Timothy Insoll, pemimpin proyek dan arkeolog di University of Exeter, dilansir dari detik.com, Jumat (29/03/2024).

Sebagai informasi, Ethiopia sendiri menjadi lokasi penggalian yang penting untuk penelitian tentang peradaban manusia paling awal. Lucy, fosil berusia 3,18 juta tahun, yang merupakan anggota nenek moyang manusia awal Australopithecus afarensis, ditemukan di Ethiopia pada 1974.

Sumber: detik.com

[post-views]
Selaras
error: Content is protected !!