Media Utama Terpercaya

19 Februari 2026, 16:40
Search

Pemko Banjarmasin Lepas 15 Delegasi Tenaga Kerja dan Penerima Beasiswa ke Jepang!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
15 delegasi angkatan keempat tenaga kerja dan penerima beasiswa Kaikoukai Healthcare Corporation
15 delegasi angkatan keempat tenaga kerja dan penerima beasiswa Kaikoukai Healthcare Corporation. [Foto: Instagram Pemko Banjarmasin]

Banjarmasin, mu4.co.id – Pemerintah Kota Banjarmasin melepas 15 delegasi angkatan keempat tenaga kerja dan penerima beasiswa Kaikoukai Healthcare Corporation ke Jepang. Pelepasan dilakukan Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj. Ananda bersama Sekda Ikhsan Budiman di Aula Kayuh Baimbai, Banjarmasin, Rabu (18/2).

Hj. Ananda menyebut para peserta juga diamanahkan sebagai Duta Budaya Banjar yang membawa identitas daerah selama bekerja di Jepang. Ia mengungkapkan rasa syukur karena program kerja sama ini terus berlanjut.

“Kami bersyukur bahwa tenaga kerja dari Kota Banjarmasin, walaupun tidak semuanya dari Kota Banjarmasin, kalau secara riil dari Kota Banjarmasin ada dua orang dan dari Kalimantan Selatan ada beberapa, tetapi pusat pelatihannya ada di Kota Banjarmasin dan ini sudah batch keempat,” ungkap Ananda dikutip dari Antara Kalsel, Kamis (19/2).

Baca Juga: Jepang Buka Lowongan Untuk 40 Ribu Tenaga Kerja Indonesia. Segini Gajinya!

Ia menegaskan, meski menjadi pengiriman terakhir dalam skema saat ini, Pemko Banjarmasin berharap kerja sama tetap berlanjut.

“Walaupun ini adalah pengiriman yang terakhir, kami berharap tidak terhenti sampai di sini karena manfaatnya sangat besar. Kita sudah merasakan testimoni dari generasi muda yang bekerja di sana, mereka mendapatkan pendapatan yang layak, kehidupan yang layak, dan keluarganya di sini juga merasakannya,” ujarnya.

Ananda menambahkan, Pemko Banjarmasin akan terus membuka peluang kerja sama baru di bidang ketenagakerjaan.

Sementara itu, Koordinator Pelaksana Kerja Sama, Machli Riyadi, menyebut program ini telah memberangkatkan lebih dari 60 orang sejak angkatan pertama hingga keempat.

Ia menjelaskan, sebelum berangkat peserta mengikuti pelatihan bahasa dan budaya Jepang sekitar satu tahun, termasuk penguatan identitas budaya Banjar.

Machli mengungkap seluruh biaya mulai dari pelatihan, ujian bahasa, hingga keberangkatan, ditanggung Kaikoukai Healthcare Group, sementara pemerintah berperan sebagai fasilitator dan penjamin mutu. 

Baca Juga: Kabar Baik! Kemnaker Resmi Hapus Syarat Diskriminatif di Lowongan Kerja

Ia juga menekankan skema kerja sama ini unik karena menggunakan model Government to Business (G-to-B), yakni pemerintah langsung bermitra dengan perusahaan di Jepang.

Machli menyebut setiap peserta terikat kontrak kerja lima tahun. Dari pemantauan langsung di Jepang, mayoritas peserta sebelumnya merasa nyaman dan ingin memperpanjang kerja sama.

“Kontraknya lima tahun setiap angkatan. Dan mereka yang sudah bekerja di sana cenderung ingin tetap tinggal di sana, bahkan ingin memperpanjang kerja samanya. Ada yang ingin mengajak orang tuanya ke Jepang,” jelas Machli.

Sementara itu, ia menegaskan kerja sama tidak benar-benar berakhir, melainkan disesuaikan dengan kebutuhan dan kebijakan Jepang. Pengiriman perawat pada 2026 hanya sementara menyesuaikan aturan mereka, dan peluang untuk tenaga profesional lain tetap terbuka.

(Antara Kalsel)

[post-views]
Selaras