Jakarta, mu4.co.id – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengungkap tunjangan guru ASN dan non-ASN tahun ini telah dinaikkan.
“Tunjangan guru sekali lagi sudah dinaikkan dari yang guru non-ASN, tunjangannya dinaikkan dari Rp1,5 juta menjadi Rp2 juta, dan kemudian guru ASN tunjangannya sebesar gaji pokok,” ujar Abdul Mu’ti dikutip dari Sekretariat Kabinet RI, Sabtu (13/6).
Pemerintah juga menerapkan sistem penyaluran tunjangan langsung ke rekening guru setiap bulan. Menurut Mu’ti, mekanisme ini dilakukan untuk menyederhanakan tata kelola serta meningkatkan efektivitas penyaluran bantuan kepada para guru.
Kemendikdasmen juga berupaya memperkuat kompetensi guru melalui program beasiswa pendidikan. Program tersebut dijalankan, antara lain, melalui skema Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) untuk mendukung peningkatan kualifikasi tenaga pendidik.
“Tahun 2025 kami mengalokasikan biasiswa untuk 12.500 guru yang belum D4 atau S1 dengan beasiswa 3 juta per semester. Program ini sudah berjalan dengan sistem RPL, sudah masuk semester kedua, dan insyaallah sebagian akan bisa diwisuda pada tahun ini,” jelas Mu’ti.
Mendikdasmen menyebut program beasiswa guru akan dilanjutkan pada 2026 dengan kuota 150.000 penerima dan nilai bantuan yang tetap. Program ini masih membuka pendaftaran sebagai bagian dari upaya peningkatan kesejahteraan dan kualitas guru.
Pemerintah menilai, investasi pada guru sangat penting untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
(Sekretariat Kabinet RI)






![Jakarta, Kamis [11/6]](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/06/IMG_0423-300x200.jpeg)







