Media Berkemajuan

3 April 2025, 10:33
Search

Parade Hamas Dengan Mobil Mulus Meski 15 Bulan Dalam Kondisi Perang, Pakar Israel: Ini Bentuk Kegagalan Israel!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Ceasefire between Israel and Hamas
Hamas saat lakukan parade pembebasan sandera dan gencatan senjata, 19 Januari 2025. [Foto: The National]

Israel, mu4.co.id – Dalam proses pembebasan tiga sandera Israel, Brigade Al-Qassam dari Hamas terlihat berparade dengan mobil bak terbuka yang diubah menjadi kendaraan militer.

Analis Israel, Amichai Stein, menilai bahwa gambar dari Gaza menunjukkan kegagalan Israel membentuk pemerintahan alternatif selain Hamas. Artinya, Hamas tetap berpengaruh dan memiliki legalitas di Gaza meskipun wilayah tersebut dihantam serangan besar yang menewaskan ratusan ribu warga sipil.

Peneliti Israel, Michael Milstein menegaskan bahwa pembahasan mengenai “The day after The war” dianggap tidak ada gunanya.

“Itu karena Hamas jelas masih mengendalikan situasi di Jalur Gaza,” ujarnya, dikutip dari TribunNews, Jum’at (24/1).

Baca Juga: Warga Gaza Sambut Sukacita Kesepakatan Gencatan Senjata Israel-Hamas

Bahkan, Media Israel The Jerusalem Post mengakui ketangguhan Hamas yang mampu bertahan melawan pasukan Israel selama lebih dari 15 bulan di Jalur Gaza tanpa kehilangan kendali atas wilayah tersebut.

“Hamas tampaknya muncul dari terowongan dan puing-puing di Gaza untuk menunjukkan bahwa mereka tidak pernah kehilangan kendali atas sebagian wilayah itu kendati perang sudah berlangsung 15 bulan,” ujar media tersebut.

Media tersebut juga mengatakan bahwa meskipun Hamas terkena dampak serangan Pasukan Pertahanan Israel (IDF), kelompok ini tetap mampu merekrut anggota baru dan menjaga kendaraan seperti truk dan van yang siap digunakan untuk menunjukkan eksistensinya.

Contohnya seperti media Palestina, Quds, menampilkan gambaran yang diklaim merepresentasikan kemenangan Hamas.

“Media itu menggambarkan bahwa video itu sedang memperlihatkan ‘faksi-faksi’, bukan hanya Hamas. Media itu juga memperlihatkan warga sipil yang melakukan perayaan di samping orang-orang bersenjata,” ujar media The Jerusalem Post.

Baca Juga: Ibu Dari Tawanan Israel Terkejut Melihat Putrinya Sehat Saat Dibebaskan Hamas, Berbanding Terbalik Dengan Tawanan Palestina!

Media tersebut juga menyebut kebangkitan Hamas bukanlah hal yang mengejutkan, karena kelompok ini pernah melakukannya sebelumnya. Hamas muncul pada akhir 1980-an dan terus mendapatkan dukungan pada 1990-an dengan menolak Perjanjian Oslo.

“Setelah Intifada Kedua, Hamas muncul lebih kuat meski kehilangan banyak pemimpinnya karena serangan udara Israel.”

Hamas mengambil alih Gaza pada 2007 setelah menang pemilu dan kembali bangkit pasca perang 2009 dan 2014.

Konflik dengan Israel pada Mei 2021 memperlihatkan bahwa Hamas sering diremehkan. Meski Israel mengklaim menghancurkan 100 km terowongan dan menewaskan 25 anggota penting Hamas, kelompok ini tetap bertahan tanpa cedera serius.

Media tersebut menyatakan bahwa Hamas ingin menampilkan kebangkitannya kali ini sebagai sebuah kemenangan besar, meskipun telah mengalami banyak kekalahan.

(TribunNews)

[post-views]
Selaras