Media Utama Terpercaya

13 Mei 2026, 22:18
Search

Panas Ekstrem di Tanah Suci, Ini Tips Dokter Agar Jemaah Haji Tetap Fit!

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Tips Dokter Agar Jemaah Haji Tetap Fit Ditengah Panas Ekstrem di Tanah Suci
Tips Dokter Agar Jemaah Haji Tetap Fit Ditengah Panas Ekstrem di Tanah Suci [Foto: Ilustrasi mu4.co.id]

Arab Saudi, mu4.co.id – Arab Saudi dilanda cuaca panas ekstrem hingga mencapai 45 derajat Celsius. Hal itu menjadi tantangan serius bagi jemaah haji, khususnya asal Indonesia yang tidak terbiasa dengan suhu tinggi.

Berkaitan dengan itu, Dokter spesialis gizi klinik dari Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, Dr. dr. A. Yasmin Syauki, M.Sc., Sp.GK(K), MHPE mengingatkan jemaah haji untuk lebih waspada menjaga kondisi tubuh selama berada di Tanah Suci, baik di Madinah maupun Makkah, berdasarkan pengetahuan medis, dan pengalaman pribadinya saat menjalankan ibadah haji pada tahun lalu dengan kondisi suhu yang serupa.

“Risiko kesehatan yang paling sering bisa dialami oleh jemaah haji saat ini, yaitu di Tanah Suci, baik di Madinah maupun di Makkah, itu adalah dehidrasi dan heat stroke. Karena suhu yang ekstrem, di mana di Indonesia itu kita tidak pernah mengalami suhu yang sangat ekstrem, misalnya suhu panas itu bisa sampai 40 derajat hingga 42, 41, 45 bahkan bisa ya,” katanya, Selasa (12/05/2026).

Baca juga: Suhu Mencapai 40 Derajat Celcius, Jemaah Haji 2026 Asal Semarang Ambil Miqat di Dalam Bus!

Adapun hal pertama yang ditekankan Yasmin adalah menjaga kecukupan cairan tubuh secara konsisten, bahkan ketika rasa haus belum muncul. Menurutnya, rasa haus bukan satu-satunya indikator tubuh membutuhkan cairan. Ia menyarankan pola konsumsi air putih dilakukan bertahap sepanjang hari. Setelah makan pagi, makan siang, dan makan malam, jamaah dianjurkan minum satu hingga dua gelas air putih.

“Pertama adalah kita menjaga asupan cairan kita, dengan tetap mengonsumsi air putih walaupun itu tidak haus. Kemudian, di antara makan pagi ke makan siang, kita juga minum air putih satu sampai dua gelas. Di antara makan siang dan makan malam, kita konsumsi air putih juga satu sampai dua gelas,” katanya.

Disamping itu, untuk membantu menjaga hidrasi, jemaah juga dianjurkan mengonsumsi buah-buahan sebagai sumber cairan tambahan. Tidak hanya menjaga asupan cairan, jemaah juga membatasi aktivitas di luar ruangan saat suhu sedang berada di puncaknya, terutama sekitar tengah hari.

“Hindari berada di luar ruangan pada saat matahari sangat terik, misalnya di jam 12 siang hari. Itu hindari berada di luar ruangan, sebaiknya di dalam ruangan,” tambahnya.

Lebih lanjut Yasmin mengatakan jemaah sebaiknya memanfaatkan area tertutup seperti masjid, hotel, atau pusat perbelanjaan untuk mengurangi risiko paparan panas secara langsung. Jika terpaksa harus keluar ruangan, disarankan menggunakan perlindungan tambahan seperti masker dan kacamata.

Selain itu, ia juga menyarankan jemaah menyemprotkan air ke wajah secara berkala untuk membantu menjaga kelembapan tubuh saat menghadapi suhu panas ekstrem.
(himpuh.or.id)

[post-views]
Selaras