Media Berkemajuan

16 Juni 2024, 08:17

Muhammadiyah Akan Resmikan Satu Universitas Lagi di Kalimantan. Dimana Tempatnya?

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Kampus Akbid Kotim di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah (Foto: akbidmuhkotim.ac.id)

Sampit, mu4.co.id – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi mengeluarkan surat keputusan Mendikbud Ristek Nomor 13/E/O/2023 tentang Izin Penggabungan AKBID Muhammadiyah Kotim dengan STKIP Muhammadiyah Sampit menjadi Universitas Muhammadiyah Sampit (UMSA).

Surat Salinan Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi teersebut diterbitkan pada Rabu (11/1/2023). Dengan turunnya SK tersebut, maka jumlah universitas Muhammadiyah bertambah menjadi 82 di seluruh Indonesia, termasuk yang di Malaysia.

Saat ini total Perguruan Tinggi Muhammadiyah-‘Aisyiyah sebanyak 171, dengan rincian 82 berbentuk universitas, 53 sekolah tinggi, 29 institut, 6 politeknik, dan 1 akademi. Dalam SK tersebut disebutkan bahwa, UMSA akan memiliki delapan Program Studi dari tiga Fakultas.

Prodi tersebut meliputi S1 Bimbingan dan Konseling, S1 Pendidikan Ekonomi, S1 Pendidikan Bahasa Inggris dan S1 Pendidikan Matematika yang berada di bawah fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP).

Program studi D3 Kebidanan dan S1 Gizi di Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES), dan Prodi S1 Informatika dan S1 Agribisnis di Fakultas Teknik dan Pertanian (FTP). Sementara itu, Prodi Agribisnis, Gizi dan Informatik juga dinyatakan memenuhi persyaratan minimum akreditasi.

Terkait dengan turunnya SK penggabungan AKBID Muhammadiyah Kotim dengan STKIP Muhammadiyah Sampit, Wakil Sekretaris Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Muhammad Samsudin menuturkan bahwa, penggabungan PTMA ini upaya untuk memperbesar manfaat.

“Sudah banyak bukti penggabungan perguruan tinggi kita dan sekarang berkembang semakin besar. Mudah-mudahan penggabungan AKBID dan STKIP ini akan membuat perguruan tinggi semakin berkembang dan berkualitas,” ungkapnya.

Harapan serupa juga datang dari Bupati Kotim, Halikinnor, bahwa penggabungan AKBID dan STKIP akan membantu pemerintah dalam meningkatkan kualitas sdm di Kotim. Dengan demikian, potensi yang dimiliki oleh Kotim bisa dimaksimalkan.

“Kami mendukung keberadaan Umsa. Kami menilai masyarakat dan daerah akan mendapatkan manfaat dari kehadiran Umsa yaitu peningkatan sumber daya manusia,” harapnya.

[post-views]
Selaras
error: Content is protected !!