Media Berkemajuan

26 Mei 2024, 03:56

Menyikapi Kontroversi Ceramah Pendeta Gilbert, Begini Pesan Sekum Muhammadiyah

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Pendeta Gilbert Datangi JK
Pendeta Gilbert meminta maaf atas berdarnya ceramah kontroversi di media sosial [Foto: detikcom]

Jakarta, mu4.co.id – Sekretaris Umum (Sekum) PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengapresiasi sikap Pendeta Gilbert Lumoindong yang meminta maaf ke Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (JK).

Abdul Mu’ti mengingatkan agar peristiwa ini menjadi pelajaran bagi semua tokoh agama agar tidak terulang.
“Saya mengapresiasi permintaan maaf pendeta Gilbert kepada Pak JK dan MUI. Model-model ceramah yang menyerang pemeluk agama lain atau kelompok lain bukanlah cara yang bijaksana untuk menarik masyarakat mengikuti suatu agama,” ujar Abdul Mu’ti dikutip dari detik.com, Rabu (17/4/2024).

“Hal demikian tidak hanya berlaku untuk pendeta Gilbert saja, tapi untuk pendakwah semua agama,” imbuhnya.

Abdul Mu’ti mengatakan setiap agama itu mengajarkan kebaikan. Karena itu, seharusnya penyampaiannya dilakukan dengan cara damai.

“Semua agama mengajarkan tentang perdamaian, karena penyampaian dan aktualisasinya haruslah dengan cara-cara yang damai,” katanya.

Sekretaris Umum (Sekum) PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti menyampaikan pesan atas permohonan maaf pendeta Gilbert [Foto: muhammadiyah.or.id]

Baca juga: Tak Bermaksud Ejek Muslim, Pendeta Gilbert Klarifikasi dan Temui JK

Sebelumnya, Pendeta Gilbert bertemu dengan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12 sekaligus Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), Jusuf Kalla (JK), setelah videonya viral. Dia menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf.

“Ya, bagi saya, kenapa memilih Pak JK, ada tiga alasannya. Yang pertama, Pak JK adalah orang yang senior di bangsa ini dan sudah menduduki banyak jabatan, berarti beliau berpengalaman dan bukan hanya berpengalaman, tapi beliau juga seorang yang diakui sebagai quote and quote pemimpin muslim. Dalam hal ini, beliau juga pemimpin Dewan Masjid. Itu yang pertama, karena saya tahu beredarnya banyak hal justru ada di masjid-masjid,” ujar Gilbert di kediaman JK di kawasan Jakarta Selatan, Senin (15/4).

Kedua, bagi Gilbert, JK bisa disebut sebagai man of peace. Gilbert menilai JK sudah banyak mendamaikan beberapa keadaan di Indonesia.

“Dan yang ketiga, pasti beliau adalah orang yang asyik, ya kan ada banyak orang, makin tinggi jabatannya makin sulit dijumpai, kadang kala ada orang mengatakan lebih gampang cari Tuhan daripada cari dia, gitu kan. Tapi Pak JK seorang yang siap buat apa saja buat bangsa dan negara,” paparnya.

“Pokoknya buat bangsa dan negara, apalagi demi kedamaian, bisa mudah dicarinya gitu. Dalam hal ini, kemarin kita berdiskusi, kita minta waktu, beliau di tengah kesibukannya langsung mengambil waktu hari ini karena buat beliau bangsa dan negara dan kedamaian itu selalu penting,” lanjut Gilbert.

Baca juga: Kisah Gadis yang Terima Beasiswa Pendeta, Tapi Malah Mualaf

Adapun dalam pertemuan itu, JK turut didampingi Sekretaris Jenderal DMI Imam Addaruqutni dan Dirjen Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Kamaruddin Amin. Pada kesempatan itu, JK juga mengungkap alasannya jadi jembatan bagi Gilbert.

“Karena itu, janganlah, sebelum meluas, kita harus selesaikan, padamkan, tadi minta maaf, Islam itu pemaaf, jangan lagi,” ucap JK.

Sebagai informasi, video Gilbert saat bicara soal 2,5 persen dan membandingkannya dengan perpuluhan viral di media sosial. Dalam video itu, Gilbert juga bicara soal gerakan salat umat Islam dan membandingkannya dengan gerakan saat umat Kristen beribadah di gereja.

[post-views]
Selaras
error: Content is protected !!