Media Utama Terpercaya

26 Mei 2026, 22:14
Search

Menjelang Puncak Haji, Ribuan Jemaah Indonesia Berangkat Lebih Awal ke Mina

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Ribuan Jemaah Indonesia Berangkat Lebih Awal ke Mina
Ribuan Jemaah Indonesia Berangkat Lebih Awal ke Mina [Foto: Ilustrasi mu4.co.id]

Jakarta, mu4.co.id – Sebagian jemaah haji asal Indonesia mulai bergerak meninggalkan pemondokan di Makkah menuju Mina yang berjarak sekitar 7 kilometer dari Masjidilharam untuk melaksanakan mabit di Hari Tarwiyah, sejak Ahad (24/05/2026) atau 7 Zulhijah 1447 H.

Hal itu terlihat dari padatnya arus bus di jalur utama Makkah. Mobilisasi didominasi kelompok jemaah yang berangkat secara mandiri melalui Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). Selain itu, di kawasan Syisyah, antrean panjang tampak di depan hotel-hotel tempat jemaah Indonesia menginap. Para jemaah mengenakan pakaian ihram putih sambil menunggu giliran menaiki bus menuju Mina.

Adapun langkah berangkat lebih awal itu sendiri dilakukan agar jemaah dapat melaksanakan mabit sebelum jalur transportasi ditutup untuk persiapan pergerakan massal menuju Arafah pada 8 Zulhijah, yang mana jemaah dianjurkan memperbanyak zikir, membaca talbiyah, dan melaksanakan salat lima waktu secara qasar di Mina sebelum melanjutkan perjalanan menuju Padang Arafah.

Meski begitu, pemerintah Indonesia tidak memasukkan Tarwiyah dalam skema pelayanan haji reguler. Musyrif Diny Haji 2026, KH Haris Muslim, menjelaskan pemberangkatan resmi jemaah Indonesia tetap dijadwalkan langsung dari hotel di Makkah menuju Arafah pada pagi 8 Zulhijah.

“Karena tidak termasuk layanan standar, jemaah yang memilih Tarwiyah wajib mengurus transportasi dan akomodasi secara mandiri,” ujar Haris Muslim dalam siaran resmi Kementerian Agama.

Baca juga: Fenomena Langka Terjadi pada Hari Arafah, Matahari Tepat di Atas Ka’bah!

Di samping itu, jemaah juga dihadapkan pada suhu ekstrem di kawasan Makkah dan Mina. Karenanya, PPIH melarang jemaah melakukan perjalanan Tarwiyah secara perorangan tanpa koordinasi kelompok. Mobilisasi wajib dilakukan bersama rombongan KBIHU atau kelompok resmi demi memudahkan pengawasan dan penanganan jika terjadi keadaan darurat.

Selain itu, jemaah juga diminta menjaga asupan cairan tubuh, menggunakan pelindung dari sengatan matahari, dan tidak memaksakan diri berjalan kaki jauh di tengah cuaca panas.

Secara fikih, Tarwiyah sendiri merupakan amalan sunah dan bukan bagian dari rukun maupun wajib haji. Keabsahan haji tetap ditentukan oleh pelaksanaan wukuf di Arafah pada 9 Zulhijah. Prinsip keselamatan jiwa atau hifzhun nafs pun menjadi pertimbangan utama pemerintah dalam menyusun skema mobilisasi jemaah Indonesia secara langsung menuju Arafah.

Dengan jumlah jemaah Indonesia yang mencapai ratusan ribu orang, pola pergerakan terpusat dinilai lebih aman untuk menekan risiko kesakitan dan kematian, terutama bagi jemaah lanjut usia dan kelompok berisiko tinggi. PPIH terus mengimbau jemaah yang telah berada di Mina agar menjaga kondisi fisik dan memperbanyak istirahat menjelang wukuf di Arafah yang menjadi puncak ibadah haji.
(sinarindonesia.id)

[post-views]
Selaras