Media Berkemajuan

16 Juli 2024, 14:29

Membanggakan! Raybe, Drone Buatan Anak Bangsa Laris Dibeli Perusahaan Jepang

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Raybe, drone buatan Indonesia yang memiliki keunggulan sehingga diborong perusahaan Jepang [Foto: terra-drone.co.id]

Jakarta, mu4.co.id – PT Bentara Tabang Nusantara (PT BETA) dan PT Terra Drone Indonesia ramai dibicarakan masyarakat setelah 40 pesawat nirawak (drone) yang dibuat dan dipasarkan oleh kedua perusahaan tersebut, diborong oleh Jepang. 

PT BETA selaku industri manufaktur drone di Indonesia dan PT Terra Drone sebagai perusahaan penyedia jasa drone terbesar di dunia yang berasal dari Jepang, menjalin kolaborasi dalam mengekspor drone produksi dalam negeri ke pasar internasional. 

Kerja sama yang komprehensif ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian pengadaan 40 unit drone Raybe. Lantas apa keunggulan drone Raybe buatan Indonesia tersebut?

Baca juga: Jadi Satelit Terbesar di Asia, Inilah Satelit Satria-1 Milik Indonesia

Dilansir dari laman resmi PT Beta, Raybe adalah Pesawat Udara yang Dikendalikan Jarak Jauh  atau Remotely Piloted Aircraft System ukuran kecil. Pesawat ini mampu mengudara hingga 50 menit dengan maksimum bobot payload adalah 500 gram. 

Dengan lama waktu di udara hingga puluhan menit tersebut, Raybe memiliki jarak jelajah terbang hingga 140 hektare. Meski memiliki sayap, Raybe merupakan jenis pesawat yang dapat take off dan landing secara vertikal.  Sementara itu dilansir dari Tera Indonesia, Raybe memiliki radius telemetri hingga 15 km. Pesawat nirawak ini terbuat dari fiberglass komposit, Full elektrik dan dilengkapi dengan kamera 24 MP. 

Tera Drone Indonesia membandrol pesawat nirawak ini seharga Rp376 juta di laman resminya.  Sebelumnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkapkan, potensi ekspor pesawat tanpa awak (drone) buatan dalam negeri untuk bersaing di kancah internasional makin terbuka lebar.  

Bentuk fisik Drone VTOL Raybe buatan RI [Foto: terra-drone.co.id]

Hal ini diawali dengan promosi yang dilakukan melalui perhelatan pameran Indonesia Drone Expo (IDE) pada 10-12 Agustus 2023 di Jakarta. Agenda tersebut dinilai mampu memperluas jaringan kerja sama dan perluasan pasar. 

Baca juga: 7 Penemu Asal Indonesia Ini Namanya Mendunia

Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (Ilmate) Kemenperin Yan Sibarang Tandiele mengatakan, pameran tersebut juga memberikan dampak positif bagi peningkatan investasi industri drone dalam negeri. 

“Sebab, dalam rangkaian pameran itu, dilaksanakan pula business matching yang menghasilkan kesepakatan kerja sama sejumlah industri drone di Indonesia,” kata Yan dalam keterangan resminya, Minggu (13/8/2023). 

Baca juga: Pengembang Teknologi AI Undur Diri dari Google, Sebut Ada Bahaya Bagi Masa Depan

Sejumlah perjanjian kerja sama yang telah ditandatangani pada agenda tersebut, yakni antara PT Bentara Tabang Nusantara (PT BETA) dengan PT Terra Drone Indonesia, serta PT Inovasi Solusi Transportasi Indonesia (PT ISTI) dan PT Tera Data Indonusa.  

Adapun, kerja sama antara PT BETA selaku industri manufaktur drone di Indonesia dan PT Terra Drone sebagai perusahaan penyedia jasa drone terbesar di dunia yang berasal dari Jepang, dilakukan untuk menjalin kolaborasi dalam mengekspor drone produksi dalam negeri ke pasar internasional.   Kerja sama yang komprehensif ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian pengadaan 40 unit drone Raybe.

[post-views]
Selaras