Media Berkemajuan

22 Februari 2024, 08:36

Mau Umrah Tapi Waktu Terbatas? Ini Solusinya! 

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Foto: brandsyinario.com

Jakarta, mu4.co.id – Umrah dengan waktu singkat dapat menjadi solusi bagi orang yang memiliki waktu terbatas.

Program umrah ini selaras dengan kebijakan Kerajaan Arab Saudi yang telah membuka kesempatan seluas-luasnya bagi Muslim internasional melakukan umrah dengan visa apapun.

Program berdurasi empat hari ini ditujukan bagi Muslim yang ingin sering ke Tanah Suci, tapi tak punya banyak waktu atau tidak bisa mengambil cuti panjang.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengungkapkan, “Jangan sampai publik selalu tahunya umroh sembilan hari. Menyediakan opsi-opsi lain, ini lagi kita hitung-hitung 5-6 jam transit memungkinkan (untuk umroh). Dan terakhir kalau teman-teman memperhatikan, kami ingin menginformasikan ke publik kalau bisa kok booking atau berangkat sendiri. Tidak selalu di travel,” 

Jika dibandingkan dengan umrah sembilan hari, tentu umrah dengan waktu singkat ini jauh lebih melelahkan tetapi tepat bagi orang yang waktunya terbatas.

Tidak hanya itu, rencananya Garuda juga akan menyiapkan program lain, yaitu umrah transit.

Hal ini diperuntukkan bagi Muslim yang akan berangkat ke Eropa atau Amerika, dengan berhenti sebentar di Saudi selama lima hingga enam jam.

Program ini belum dijalankan, karena maskapai Garuda masih menggunakan terminal haji di Jeddah. 

Namun jika sudah pindah ke terminal internasional, Irfan menyebut, pihaknya akan segera merealisasikannya

Irfan mengungkapkan bahwa ia sudah mencoba umrah dengan waktu singkat 4-5 jam.

“Jadi, mendarat di Jeddah, keluar sudah pakai ihram, miqat, diantar ke Makkah, ibadah, lalu telepon sopir dijemput kembali ke Jeddah, mandi, ke airport dan berangkat lagi,” sambungnya.

Ia juga menyebutkan untuk berangkat umrah sendirian bukan hal yang mustahil karena dalam bandara Jeddah pun terdapat kereta yang bisa langsung mengantarkan jamaah ke Makkah. 

Dari stasiun kereta itu ada shuttle yang mengantarkan ke Masjidil Haram.

Hal yang sama juga berlaku bagi jamaah yang ingin memesan penginapan. Mereka bisa langsung memesan sendiri ke hotel atau melalui agen perjalanan daring (OTA).

Sumber: sharia.republika.co.id

[post-views]
Selaras
error: Content is protected !!