Media Berkemajuan

24 April 2024, 17:22

Langgar Bersejarah Al Hinduan Selesai Direnovasi, Begini Wujud Barunya!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Langgar Al Hinduan Banjarmasin
Langgar Al Hinduan sebelum direnovasi [kiri] dan sesudah selesai direnovasi pada Januari 2024 [kanan] [Foto: jejakrekam, kalimantanpost]

Banjarmasin, mu4.co.id – Langgar (musala) Al Hinduan yang telah berdiri sejak 1915 kini selesai direnovasi dan dapat digunakan untuk salat berjamaah pada Selasa (30/01/2024).

Dahulu namanya Langgar Batu. Bangunan tersebut merupakan hibah bangunan rumah milik Syarifah Salmah Al Hinduan.

Syarifah Salmah usai menghibahkan rumahnya sebagai tempat ibadah bersama sang suami Habib Salim bin Abubakar al-Kaff memilih hijrah ke Makkah. Hingga saat ini tidak ada sanak saudara Syarifah Salmah di sana.

Baca juga: Walikota Banjarmasin Minta Pemugaran Meriam Kuno di Langgar Al Hinduan Berhati-hati

Langgar yang berada di kawasan siring Piere Tendean ini direnovasi oleh Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Banjarmasin sejak bulan Agustus 2023 lalu, dengan waktu pengerjaan 150 hari kerja. 

Pengerjaan dengan nilai anggaran sebesar Rp1,4 miliar rupiah itu sempat molor karena seharusnya selesai pada bulan Desember 2023 lalu. Hal ini disebabkan adanya permintaan dari masyarakat agar lantai musala diberi keramik, meski sebelumnya tidak ada dalam RAB. Tapi kontraktornya sanggup menyediakan, karena untuk keperluan musala.

Kini warga sekitar sudah dapat menggunakan langgar tersebut. Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata, Puryani mengatakan mulai hari ini (30/01) sudah bisa digunakan salat 5 waktu di langgar yang menjadi cagar budaya ini.

“Sehari sebelumnya telah kita serahkan kunci kepada pengurus untuk kemashlatan umat di sana” kata Puryani.

Baca juga: Bukan Meriam Kuno yang Terkubur di Langgar Al Hinduan, Ini Penjelasan Tim Ahli Cagar Budaya Banjarmasin

Selanjutnya Puryani menambahkan akan dibuatkan jendela yang menghadap sungai. Sehingga jemaah yang beribadah dapat melihat pemandangan sungai atau lalu lintas air di Sungai Martapura.

“Pembuatan jendela dengan view sungai bukan termasuk dalam kontrak kemaren, tapi tambahan pekerjaan yang kita berikan kepada kontraktor” sebut Puryani.

Langgar Al Hinduan ini dikatakan bersejarah karena pernah menjadi lokasi Muktamar NU ke-11 pada 19 Rabiul Awwal 1355 H / 9 Juni 1936 di Banjarmasin yang merupakan muktamar NU pertama yang dilakukan di luar Jawa.

(Sumber: Banjarmasinpost, jejakrekam.com)

[post-views]
Selaras
error: Content is protected !!