Media Berkemajuan

16 Juli 2024, 14:43

Kota Banjarbaru Pilih Terapkan Penyesuaian Jam Belajar Ketimbang PJJ Akibat Karhutla, Kenapa?

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Pembelajaran Jarak Jauh [PJJ] [Foto: news.detik.com]

Banjarbaru, mu4.co.id – Baru-baru ini Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Kalimantan Selatan telah mengeluarkan kebijakan bagi satuan pendidikan di tingkat SMA/SMK untuk melaksanakan kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Sebelumnya, kebijakan serupa juga telah diterapkan untuk satuan pendidikan tingkat PAUD, SD, dan SMP. Namun satuan pendidikan di Kota Banjarbaru, tidak langsung ikut menerapkan sistem PJJ tersebut.

Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin, menyatakan tidak melaksanakan kegiatan PJJ, tetapi melaksanakan penyesuaian jam belajar.

“Sekarang sedang dirancang untuk jam belajar siswa, misalnya masuk pukul 09.30 sampai 14.00 Wita. Ini rencana kedepan, sambil melihat kondisi asap dampak karhutla beberapa hari kedepan,” kata Aditya, Kamis (05/09/2023).

Baca juga: Mulai Besok! TK, PAUD, SD, SMP di Banjarmasin Belajar Jarak Jauh

Berkaca dari pengalaman di masa pandemi Covid-19, sistem PJJ banyak mendapatkan keluhan dari orangtua, khususnya masalah efektifitas. “Dengan sistem PJJ, siswa banyak tidak memahami materi pembelajaran sehingga tidak dilaksanakan,” ujarnya.

Kepala Disdik Kota Banjarbaru Dedy Sutoyo menambahkan, Sistem PJJ lebih di dorong untuk diterapkan pada satuan pendidikan PAUD, karena anak-anak lebih rentan terkena dampak asap klarhutla.

Pelaksanaan sistem PJJ ini juga membutuhkan pertimbangan yang matang, karena adanya kesulitan dalam pengawasan siswa saat tidak berada di sekolah. “Kami akan menyusuri data dan fakta di lapangan terlebih dulu, agar kebijakan yang dihasilkan nantinya tidak menjadi polemik yang berkepanjangan.” lanjut Dedy.

Sumber: banjarmasinpost.co.id

[post-views]
Selaras