Media Utama Terpercaya

16 Oktober 2026, 09:19
Search

Konflik Timur Tengah Memanas: Ribuan Penerbangan di Arab Saudi Lumpuh, Travel Umrah Berburu Tiket Pengganti

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Penerbangan umrah dibatalkan
Ilustrasi penerbangan umrah dibatalkan (Foto: mu4.co.id)

Jeddah, mu4.co.id — Eskalasi ketegangan keamanan yang memuncak di kawasan Timur Tengah memicu gangguan penerbangan massal di Arab Saudi. Selama periode 10 hingga 13 Oktober 2026, tercatat setidaknya 1.485 hingga 1.500 penerbangan terpaksa dibatalkan atau ditangguhkan.

Dampak terparah berpusat di Bandara Internasional King Khalid (Riyadh), serta memengaruhi lalu lintas udara di kota-kota utama lainnya seperti Jeddah dan Dammam.

Rute Transit Lumpuh, Maskapai Global Tangguhkan Operasional

Sejumlah maskapai internasional yang melayani rute transit dan penerbangan lanjutan (connecting flights) mengambil langkah antisipatif dengan menghentikan sementara operasional mereka ke dan dari wilayah terdampak. Beberapa maskapai besar yang mengonfirmasi penundaan dan pembatalan layanan antara lain Etihad Airways, Emirates, flydubai, Qatar Airways, SriLankan Airlines, Malaysia Airlines (khusus rute penerbangan lanjutan).

Langkah ini diambil demi memprioritaskan keselamatan penumpang dan kru udara di tengah risiko ancaman keamanan yang terus berfluktuasi di wilayah udara regional.

Baca juga: Hujan Turun di Langit Makkah Membuat Salat Isya di Masjidil Haram Semakin Syahdu

Penerbangan Langsung dari Indonesia Tetap Aman

Di tengah ketidakpastian ini, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Republik Indonesia memastikan bahwa penerbangan langsung (direct flight) untuk jemaah umrah maupun penumpang umum dari tanah air relatif tidak terdampak secara signifikan.

Untuk rute penerbangan langsung (direct flight) dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Cengkareng menuju Bandara Internasional King Abdulaziz (JED), Jeddah, yang masih beroperasi yaitu Saudia Arabian Airlines, Garuda Indonesia, dan Lion Air.

“Penerbangan langsung dari Indonesia, seperti melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Jeddah dan Madinah, sebagian besar tetap beroperasi secara normal sesuai jadwal. Gangguan utama saat ini terkonsentrasi pada skema penerbangan yang mengandalkan transit di hub internasional,” ujar perwakilan resmi Kementerian Perhubungan RI, Kamis (15/10/2026).

Baca juga: Menembus Gurun Pasir Madinah ke Makkah di atas Kereta Cepat Haramain Berkecepatan 300 km/Jam

Biro Travel Umrah Berkejaran dengan Waktu

Meski penerbangan langsung cenderung aman, ribuan jemaah umrah Indonesia yang memanfaatkan tiket transit kini menghadapi situasi krusial. Pembatalan mendadak dari maskapai mitra memaksa penyelenggara perjalanan ibadah umrah (PPIU) harus bergerak cepat untuk melakukan penjadwalan ulang (rebooking).

Aksi berebut sisa kursi pesawat (seat hunting) tak terhindarkan karena ribuan agen perjalanan dari berbagai negara yang jemaahnya masih berada di negara Arab bersaing mendapatkan tiket penerbangan alternatif yang sangat terbatas. Situasi ini memicu lonjakan permintaan pada rute-rute penerbangan langsung yang masih tersisa.

Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) atau pihak travel tetap berupaya memberikan pelayanan (service provider) di lapangan bagi para jemaah yang terdampak pembatalan penerbangan pulang.

Berdasarkan regulasi Kementerian Agama RI (KMA tentang Penyelenggaraan Ibadah Umrah) serta standar perlindungan konsumen penerbangan, berupa kewajiban dan bentuk layanan yang wajib ditanggung/disediakan oleh pihak travel, diantaranya travel diusahakan memperpanjang atau menyediakan Fasilitas Akomodasi dan Penginapan Tambahan, penyediaan Konsumsi dan Kebutuhan Pokok (Makan & Minum) sebanyak 3 kali sehari.

Pihak travel juga harus mengurus Tiket Pengganti (Rebooking / Rerouting) untuk jemaahnya, menyediakan Transportasi Lokal dan Logistik saat Antar-Jemput Bandara-Hotel. Serta Membantu pengurusan bagasi jemaah selama terjadi penundaan atau perpindahan penerbangan.

Pihak otoritas penerbangan terus memantau situasi keamanan terkini dan mengimbau seluruh calon penumpang untuk memeriksa status penerbangan mereka secara berkala sebelum menuju ke bandara.

[post-views]
Selaras