Media Berkemajuan

16 Juli 2024, 14:40

Kimia Farma Akan Tutup 5 Pabrik Obatnya, Begini Kata Direktur Terkait Nasib Karyawannya!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
[Kimia Farma Mau Tutup 5 Pabrik Obatnya [Foto: practo.com]

Jakarta, mu4.co.id – Emiten farmasi grup BUMN, PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) mengungkap  bahwa pihaknya berencana efisiensi atau pengurangan 5 pabrik obat akibat kerugian yang membengkak sepanjang 2023. Pihaknya pun meninjau dampak yang akan terjadi pada karyawan.

Direktur Utama Kimia Farma, David Utama pun mengatakan bahwa karyawannya yang terdampak dari pengurangan pabrik akan diperlakukan dengan adil sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Akan kita jalankan sesuai peraturan kalau ada dampaknya, kira-kira gitu ya pasti kita jalankan dengan adil sesuai aturan yang ada,” kata David saat dilansir dari bisnis.com, Rabu (19/06/2024).

Baca juga: 450 Karyawan Tokopedia Kena PHK, Pengamat: Tokopedia Harus Laksanakan Kewajibannya

Untuk diketahui, efisiensi pabrik obat yang dilakukan tersebut merupakan langkah rasionalitas yang mesti dilakukan perusahaan. Ia pun menegaskan bahwa perampingan operasional pabrik obat milik KAEF mesti dilakukan untuk mengoptimalisasi dan menyesuaikan dengan kebutuhan yang diperlukan saat ini.

Di sisi lain, dirinya memastikan bahwa proses pengurangan fasilitas manufaktur tersebut tidak akan selesai dalam waktu singkat. Setidaknya, KAEF akan melakukannya secara bertahap dalam 3-5 tahun ke depan.  “Nggak mungkin (tahun ini), karena tadi kalau rasionalisasi pabrik obat pengurusan izinnya aja bisa 2 tahun, ini akan berjalan dan nggak mungkin tahun ini selesai,” ujarnya.

Lebih lanjut David menyebut bahwa ke depannya perseroan akan menjalankan restrukturisasi keuangan guna meringankan beban keuangan.

“Salah satu penyebab inefisiensi operasional karena kapasitas 10 pabrik yang dimiliki tidak sejalan dengan pemenuhan kebutuhan bisnis perseroan. Sebagai langkah untuk meningkatkan efisiensi, perseroan merencanakan akan melakukan optimalisasi fasilitas produksi melalui penataan 10 pabrik menjadi lima pabrik,” pungkasnya.

[post-views]
Selaras