Media Utama Terpercaya

9 April 2026, 23:51
Search

Keterbatasan Lahan Jadi PR Besar, Pemko Banjarmasin Ajukan Kerja Sama Daerah Untuk Perluas Wilayah!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Wali Kota Banjarmasin H.M. Yamin HR
Wali Kota Banjarmasin H.M. Yamin HR. [Foto: MC Banjarmasin]

Banjarmasin, mu4.co.id – Wali Kota Banjarmasin H.M. Yamin HR  menegaskan keterbatasan lahan masih menjadi kendala utama pengembangan kota Banjarmasin. Ia menekankan perlunya langkah strategis dan kolaboratif, mengingat Banjarmasin sebagai daerah hilir terus menghadapi tekanan seperti banjir rob dan penumpukan sampah di sungai.

Yamin menyebut luas wilayah Banjarmasin sekitar 98 km² sudah tidak memadai untuk pengembangan kota. Banyak lahan berstatus Lahan Sawah Dilindungi dan Lahan Baku Sawah yang membatasi pembangunan, bahkan sebagian sawah dinilai tidak lagi produktif. 

Ia pun mengusulkan kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Banjar di wilayah Aluh-Aluh untuk menyediakan lahan pertanian pengganti yang lebih produktif.

Baca Juga: Lahan Pertanian di Kalimantan Akan Disiapkan Untuk Pasokan Pangan di Palestina

“Kami bermohon kepada Bapak Gubernur dan Kabupaten Banjar agar kiranya bisa memberikan sebagian area untuk menambah luasan Kota Banjarmasin, luasan kami saat ini sudah tidak mumpuni untuk pengembangan,” ucap Yamin dikutip dari Kalimantan Post, Kamis (9/4).

Ia menjelaskan skema itu bisa ditempuh lewat pembelian lahan atau relokasi fungsi pertanian ke wilayah yang lebih potensial agar ruang pembangunan di Banjarmasin terbuka. 

Selain itu, Pemerintah Kota Banjarmasin juga menyiapkan penataan kawasan dengan merelokasi permukiman di bantaran sungai untuk mengembalikan fungsi sungai dan mewujudkan hunian terpadu yang lebih layak.

“Kami ingin merelokasi rumah-rumah di bantaran sungai ke wilayah terpadu yang lebih layak,” jelas Yamin.

Baca Juga: Inflasi Pangan, Pemprov Kalsel Bakal Kembangkan Lahan Pertanian Dengan Libatkan ASN

Sementara itu, Gubernur Kalsel H. Muhidin menyambut positif usulan Pemko Banjarmasin dan menegaskan pentingnya sinergi pembangunan antardaerah termasuk antara Banjarmasin, Kabupaten Banjar, dan Barito Kuala.

“Saya minta itu agar dapat diserahkan ke Kota Banjarmasin melalui mekanisme yang ada,” ujar Muhidin.

Dengan dukungan tersebut, diharapkan masalah keterbatasan lahan di Banjarmasin segera mendapat solusi sehingga pengembangan kota bisa berjalan lebih optimal ke depannya.

(Kalimantan Post)

[post-views]
Selaras