Media Utama Terpercaya

16 Juni 2026, 17:02
Search

Keren! Mahasiswa UI Ubah Limbah Industri Jadi Sumber Mineral Strategis

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Mahasiswa FTUI raih Juara 1 Lomba Poster Ilmiah MINERBA Convex 2025
Mahasiswa FTUI raih Juara 1 Lomba Poster Ilmiah MINERBA Convex 2025. [Foto: Antara, AI, mu4.co.id]

Jakarta, mu4.co.id – Mahasiswa Departemen Teknik Metalurgi dan Material Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) berhasil mengembangkan inovasi yang mengubah limbah red mud atau lumpur merah dari pengolahan bauksit dan tandan kosong kelapa sawit menjadi material bernilai ekonomi. 

Melalui riset berkelanjutan, red mud dimanfaatkan sebagai sumber mineral strategis dan bahan baku ramah lingkungan, sementara limbah sawit digunakan sebagai reduktor yang lebih hijau dalam proses pengolahan. 

Dekan FTUI Prof. Kemas Ridwan Kurniawan menilai inovasi tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam menghadirkan solusi teknologi berkelanjutan untuk menjawab tantangan industri masa depan.

Baca Juga: Teliti Solusi Ramah Lingkungan untuk Petani Melon, Mahasiswa UGM Lulus dengan IPK 4,00

“Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa FTUI tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap isu keberlanjutan dan masa depan industri hijau,” ungkap Prof. Kemas dikutip dari Pontianak Post, Ahad (14/6).

Inovasi mahasiswa FTUI tersebut juga meraih Juara 1 Lomba Poster Ilmiah MINERBA Convex 2025 yang diselenggarakan Kementerian ESDM. 

Melalui pendekatan C.L.E.A.N (Circular, Low-emission, Efficient, Affordable, and Natural), tim peneliti memanfaatkan tandan kosong kelapa sawit sebagai reduktor ramah lingkungan untuk mengekstraksi skandium, logam bernilai tinggi yang banyak digunakan di industri dirgantara, energi terbarukan, dan teknologi berkelanjutan. 

Baca Juga: Viral! Temuan Material Hitam di Pekarangan Warga di Samarinda, Diduga Batu Bara

Menurut tim peneliti, yakni Josafat Pasaribu, Benaya Obednego Sirait, dan Brillian Mozza, temuan ini membuktikan bahwa limbah industri dapat diolah menjadi sumber daya yang bernilai dan bermanfaat.

“Inovasi ini menunjukkan bahwa limbah industri sebenarnya bisa menjadi sumber daya baru yang mendukung ekonomi sirkular,” ucap Josafat.

Selain menghasilkan mineral bernilai tinggi, teknologi yang dikembangkan mahasiswa FTUI menerapkan sistem daur ulang tertutup untuk mengurangi limbah dan meningkatkan nilai tambah residu bauksit. 

(Pontianak Post)

[post-views]
Selaras