Barito Kuala, mu4.co.id – Pembangunan Jembatan Barito Dua di Kabupaten Barito Kuala yang direncanakan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) diharapkan menjadi solusi kemacetan sekaligus pendorong ekonomi Kalimantan Selatan.
Pemprov Kalsel melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berperan memastikan proyek nasional ini berdampak nyata, dengan fokus pada penyusunan dan peninjauan Detail Engineering Design (DED).
Kepala Dinas PUPR Kalsel M. Yasin Toyib melalui Kepala Bidang Bina Marga, Robby Cahyadi, menekankan pentingnya perencanaan matang karena Jembatan Barito merupakan jalur vital yang setiap hari dilalui kendaraan logistik dan aktivitas masyarakat.
“Dinas PUPR Provinsi Kalimantan Selatan memiliki andil dalam pelaksanaan detail engineering design untuk rencana duplikasi Jembatan Barito. Beberapa kali perencanaan DED sudah kita anggarkan dan laksanakan,” ujarnya dikutip dari Klik Kalsel, Rabu (29/1).
Ia menjelaskan lokasi pembangunan sempat berubah, namun kebijakan terbaru menetapkan Jembatan Barito Dua dibangun sebagai duplikasi di dekat jembatan eksisting (yang sudah ada) agar langsung mengurai kemacetan.
Tahun ini, Pemprov Kalsel akan meninjau ulang DED untuk memastikan kapasitas, akses jalan, dan konektivitas jembatan mampu menampung peningkatan lalu lintas.
“Dengan desain yang tepat, jembatan ini diharapkan dapat memperlancar arus logistik dan distribusi barang, yang pada akhirnya berdampak pada efisiensi biaya dan pertumbuhan ekonomi daerah,” tutur Robby.
Selain aspek teknis, Pemprov Kalsel memprioritaskan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Barito Kuala. Tahap awal mencakup monitoring, evaluasi, dan survei kelayakan untuk menentukan lokasi duplikasi jembatan di sekitar jembatan eksisting.
Kajian ini juga menilai kesesuaian tata ruang dan ketersediaan lahan, mengingat pembangunan Jembatan Barito Dua akan berdampak pada pengembangan kawasan, khususnya sektor perdagangan, jasa, dan transportasi.
Pada tahun 2026, Dinas PUPR Kalsel juga menggarap proyek strategis lain termasuk Jembatan Pulau Laut, Jalan Lintas Tengah Pulau Laut, dan Jalan Lintas Banjarbaru–Batulicin, untuk meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi Kalimantan Selatan.
(Klik Kalsel)















