Media Utama Terpercaya

2 Juni 2026, 19:04
Search

Jepang Uji Pesawat Hipersonik Mach 5, Tokyo–AS Bisa Ditempuh Hanya 2 Jam

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
Jepang Uji Pesawat Hipersonik Mach 5
Jepang Uji Pesawat Hipersonik Mach 5 [Foto: Ilustrasi mu4.co.id]

Jakarta, mu4.co.id – Badan Penjelajahan Antariksa Jepang (JAXA) tengah mengembangkan pesawat jet penumpang hipersonik masa depan, yang diklaim mampu melesat dua setengah kali lebih cepat daripada pesawat supersonik legendaris, Concorde.

Dalam uji coba terbaru di dalam fasilitas uji mesin ramjet milik Pusat Antariksa Kakuda JAXA di Prefektur Miyagi. Model pesawat eksperimental ditempatkan di bawah tekanan simulasi atmosfer yang ekstrem. Para peneliti JAXA berhasil mensimulasikan kondisi penerbangan pada kecepatan Mach 5, atau setara dengan 5 kali kecepatan suara.

Uji coba tersebut dinyatakan sukses besar setelah berhasil memvalidasi beberapa sistem krusial pesawat. Pesawat ini mampu bertahan di bawah suhu ekstrem yang melonjak mendekati 1.000°C akibat gesekan udara pada kecepatan Mach 5, serta mampu menunjukkan stabilitas aerodinamis yang solid serta sistem pembakaran mesin pesawat yang bekerja konstan di bawah kondisi hipersonik.

Fase berikutnya dari program ini adalah memasang pesawat eksperimental tersebut pada roket pendorong untuk melakukan demonstrasi penerbangan Mach 5 sungguhan di atmosfer bumi dalam waktu dekat.

Baca juga: Taksi Terbang Kantongi Izin Dari Menhub dan Diuji Coba, Bagaimana Hasilnya?

Jika proyek ambisius JAXA ini berhasil mengudara secara komersial, peta pariwisata dan bisnis global akan berubah drastis. Pesawat hipersonik ini mampu memangkas waktu tempuh penerbangan dari Tokyo menuju Amerika Serikat menjadi hanya 2 jam. Sebagai perbandingan, penerbangan komersial konvensional saat ini membutuhkan waktu sekitar setengah hari (12 jam).

Jet Mach 5 ini akan melesat dengan kecepatan sekitar 3.300 mph (5.310 km/jam), atau 6 kali lebih cepat dari pesawat penumpang biasa. Sementara Concorde yang pensiun pada tahun 2003 lalu hanya mentok di kecepatan Mach 2 (1.400 mph). selain itu, pesawat ini akan terbang di lapisan stratosfer pada ketinggian 17 mil (sekitar 27 kilometer) di atas permukaan bumi, lebih dari 2 kali lipat ketinggian jelajah pesawat komersial biasa untuk menghindari hambatan udara yang tebal.

Meski demikian, masyarakat dunia masih harus bersabar untuk bisa membeli tiket dan menaiki pesawat ini. “Mengembangkan pesawat konvensional saja biasanya membutuhkan waktu sekitar 10 tahun. Karena pengembangan pesawat penumpang hipersonik membutuhkan dua tahap demonstrasi, pesawat eksperimental diikuti oleh pesawat penumpang utuh, kami berharap pengembangannya dapat selesai dalam waktu sekitar 20 tahun ke depan,” ujar Hideyuki Taguchi, profesor dari Tokyo University of Science.

(cnnindonesia.com)

[post-views]
Selaras