Media Utama Terpercaya

16 Februari 2026, 14:32
Search

Jaga Budaya Swasembada Pesantren, Kementerian PU Latih Santri Jadi Tenaga Konstruksi Bersertifikat

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Pelatihan pesantren
Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo [kanan] bersama Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono [kiri]. [Foto: Biro Komunikasi Publik Kementerian PU]

Jakarta, mu4.co.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berencana melatih para santri di pondok pesantren agar memiliki keterampilan profesional di bidang konstruksi infrastruktur, sebagai komitmen pemerintah menjaga budaya swasembada pembangunan ponpes yang kerap melibatkan para santri.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo menuturkan bahwa tradisi gotong royong dalam membangun ponpes tidak mungkin dihilangkan, karenanya, pihaknya merancang solusi agar kualitas gedung yang dibangun dengan keringat para santri memenuhi standar yang berlaku, pelatihan itu pun akan diberikan secara gratis.

“Kami benar-benar tidak ingin semangat budaya itu hilang. Kami justru ingin memperkuatnya. Dan insyaallah Kementerian PU akan melatih dan mensertifikasi para santri sebagai tenaga kerja konstruksi,” kata Dody, Selasa (14/10/2024).

“Kami (juga) berharap agar semangat ini berubah menjadi keahlian yang diakui, mereka para santri bisa membangun pesantrennya sendiri dengan standar yang benar,” sambungnya.

Dody meyakini keahlian konstruksi yang dimiliki para santri tidak akan menjadi celah adanya potensi eksploitasi. Sebab, pelatihan-pelatihan yang diberikan masih tingkat dasar seperti melapisi dinding dengan adonan semen atau yang disebut dengan istilah nyemen. Sementara, pekerjaan berat yang lebih teknis tetap diserahkan kepada ahlinya.

Baca juga: Ambruknya Ponpes Al Khoziny Diduga Tak Berizin, Menteri PU: Hanya 50 dari 42 Ribu Ponpes Kantongi Izin Bangunan

Lebih lanjut, Dody mengungkapkan bahwa pelatihan tersertifikasi tersebut juga merupakan salah satu isi kesepakatan dalam perjanjian tiga kementerian yang mengatur tentang konstruksi infrastruktur di pondok pesantren Indonesia.

Dengan difasilitasi oleh Menko PM Abdul Muhaimin Iskandar, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dan Menteri Agama Nasarudin Umar menekan kesepakatan tentang infrastruktur ponpes.

Pokok-pokok kerja sama yang diatur dalam nota kesepahaman itu meliputi pertukaran data pesantren, dukungan teknis keandalan bangunan dan penyehatan lingkungan, koordinasi perizinan, serta pembinaan dan pengawasan penertiban persetujuan bangunan gedung (PBG) oleh pemerintah daerah.

Diketahui, Pemerintah meneken kesepakatan ini seiring dengan rencana pembangunan ulang Ponpes Al Khoziny, di Sidoarjo Jawa Timur, yang musalanya ambruk pada 29 September 2025.
(tempo.co)

[post-views]
Selaras