Media Utama Terpercaya

13 Januari 2026, 16:48
Search

Inggris Perbarui Peringatan Perjalanan hingga 2026, Indonesia Masuk Daftar Terbatas. Apa Saja?

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Kantor Foreign, Commonwealth and Development Office
Kantor Foreign, Commonwealth and Development Office [FCDO]. [Foto: facilitate magazine]

Inggris, mu4.co.id – Pemerintah Inggris melalui Foreign, Commonwealth & Development Office (FCDO) memperbarui peringatan perjalanan global dengan memberlakukan pembatasan penuh atau sebagian ke 55 negara hingga 2026. Meski Indonesia turut masuk daftar tersebut, namun terbatas pada wilayah berisiko bencana alam seperti kawasan gunung berapi aktif.

FCDO menyebut peringatan ini didasarkan pada berbagai faktor, mulai dari konflik bersenjata, instabilitas politik, kejahatan serius, hingga potensi bencana alam.

“Kemampuan bepergian tanpa visa atau dengan visa tidak sama dengan jaminan keamanan” tulis FCDO dalam panduan resminya, dikutip dari CNBC, Ahad (4/1).

Untuk Indonesia, pembatasan perjalanan hanya berlaku di kawasan gunung api aktif seperti gunung Lewotobi Laki-Laki, gunung Sinabung, Marapi, Semeru, Ruang, dan gunung Ibu karena risiko vulkanik.

Baca Juga: Menikmati Keindahan Sunrise Gunung Bromo: Perjalanan, Suasana, dan Pengalaman Spiritual

Secara global hingga Desember 2025, terdapat 55 wilayah yang dikenai larangan penuh atau sebagian, menurun dari lebih 70 wilayah di awal tahun. Pembatasan umumnya hanya mencakup area rawan, bukan seluruh negara.

FCDO mengingatkan warga Inggris untuk selalu memeriksa masa berlaku paspor, asuransi perjalanan, dan status keamanan destinasi sebelum bepergian.

“Bepergian melawan saran FCDO dapat membatalkan asuransi perjalanan dan membatasi dukungan konsuler yang bisa kami berikan,” ujar lembaga tersebut.

Sejumlah negara seperti Afghanistan, Rusia, Suriah, Iran, dan Yaman masuk kategori larangan bepergian penuh. Sementara Indonesia dan beberapa negara Asia lainnya hanya dikenai pembatasan parsial di wilayah tertentu.

Pemerintah Inggris menegaskan pembaruan peringatan perjalanan akan terus dilakukan mengikuti dinamika keamanan global dan situasi geopolitik.

(CNBC)

[post-views]
Selaras