China, mu4.co.id – Peneliti gabungan dari China mengumumkan lompatan besar dalam teknologi kesehatan. Mereka berhasil mengembangkan alat pacu jantung mikro berdaya mandiri (self-powered) yang ukurannya hanya sebesar kapsul obat.
Inovasi ini menjadi solusi permanen bagi pasien jantung karena mampu beroperasi tanpa batas waktu yang mengikuti usia alami jantung penggunanya. Teknologi ini menjawab tantangan medis global terkait prosedur bedah penggantian baterai yang selama ini menjadi beban fisik maupun finansial bagi para pasien.
Ini merupakan hasil riset kolaboratif hampir selama tujuh tahun yang melibatkan institusi elit, seperti Universitas Akademi Ilmu Pengetahuan China, Universitas Tsinghua, Universitas Peking, serta sejumlah rumah sakit ternama dan telah resmi dipublikasikan dalam jurnal ilmiah bergengsi, Nature Biomedical Engineering.
Kecanggihan inovasi ini mampu menghasilkan energinya sendiri dengan memanfaatkan induksi elektromagnetik untuk menangkap energi kinetik langsung dari gerakan atau denyut jantung pasien, sedangkan alat konvensional bergantung pada baterai kimia. Sehingga metode ini jauh lebih unggul dibandingkan bedah terbuka tradisional karena dapat mengurangi trauma bedah secara signifikan pada tubuh pasien.
Dilansir dari Teknologi, Jum’at (13/2), sejumlah pengujian membuktikan bahwa perangkat ini dapat mengatur ritme jantung secara presisi dan andal tanpa risiko kehabisan daya di tengah masa pemakaian. Pembuktian tersebut melalui pengujian pada hewan laboratorium selama satu bulan penuh yang hasilnya perangkat ini mampu beroperasi secara otonom dan konsisten dalam mengatur ritme jantung tanpa ada kendala teknis.
Dengan hasil tersebut ada potensi yang sangat menjanjikan untuk segera diterapkan pada manusia melalui tahapan uji klinis berikutnya. Dari segi desain fisiknya, alat ini mengusung konsep miniaturisasi dengan standar biokompatibilitas dan hemokompatibilitas yang sangat baik jadi material yang digunakan aman untuk jaringan tubuh dan aliran darah sehingga meminimalisir penolakan oleh sistem imun.
Ukurannya yang mungil membuat tim medis dapat melakukan implantasi menggunakan metode transkateter yang bersifat minim invasi (minimally invasive). Hal ini sangat penting mengingat implan bioelektronik saat ini tidak hanya digunakan untuk mengatur irama jantung, tetapi juga mulai meluas untuk memulihkan fungsi penglihatan, pendengaran, hingga penanganan nyeri kronis melalui intervensi dini yang tepat.
Kehadiran inovasi alat pacu jantung berdaya mandiri ini dapat menjadi solusi untuk menghapus siklus operasi bedah berulang yang dijalani pasien apabila perangkat baterai lama habis. Dengan sistem yang dapat bertahan seumur hidup, beban risiko medis dan biaya tambahan bagi pasien dapat ditekan secara drastis.
Teknologi ini menjadi tonggak penting dalam teknologi medis masa depan yang bersimbiosis secara sempurna dengan tubuh manusia tanpa memerlukan pemeliharaan manual lagi.
(Teknologi)














