Media Berkemajuan

17 April 2024, 20:04

Habiskan Dana Rp897 T untuk Gempur Gaza, Israel Bangkrut?

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Pemerintah Israel telah habiskan anggaran pertahanan sebesar Rp897 Triliun [Foto: lacorriente.com]

Tel Aviv, mu4.co.id – Meski pihak Israel tidak menelan banyak korban jiwa dibandingkan Palestina, namun serangan besar-besaran ini telah membuat keuangan pemerintah Israel babak belur, lantaran telah menghabiskan anggaran mencapai US$58 miliar atau setara dengan Rp897 triliun.

Anggaran militer jumbo, ditambah dengan dampak dari gerakan gerakan Boikot, Divestasi, dan Sanksi (BDS), hingga kerusakan akibat perang diperkirakan bakal membuat pertumbuhan ekonomi negara ini mengalami disrupsi dan kontraksi yang dalam.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia Mohammad Faisal mengatakan, “Karena banyak infrastruktur yang hancur dan banyak program pembangunan yang tidak bisa dijalankan. Dan belanja pemerintah tentu saja terkuras untuk keperluan perang.”

Baca juga: Perekonomian Israel Terguncang Imbas Perang di Gaza, Banyak Warga Israel Alami Kemiskinan, Begini Kondisinya!

Jika tidak ditangani, anggaran tersebut dapat menjadi beban bagi kas negara ke depannya, sehingga strategi yang perlu dilakukan untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan memangkas belanja di pos lain yang tidak berhubungan dengan agresi, serta meningkatkan pendapatan negara dengan menaikkan tarif pajak.

Gubernur Bank Sentral Israel, Amir Yaron mengatakan, “Jika pasar melihat bahwa Israel sedang bergerak menuju peningkatan utang yang berkepanjangan, hal ini kemungkinan akan menyebabkan peningkatan imbal hasil, depresiasi dan inflasi, sehingga diperlukan suku bunga acuan bank sentral yang lebih tinggi,” dikutip Reuters, Selasa (03/01/2023).

Ia menilai pemerintah Israel lambat dalam menyesuaikan anggaran, seperti mengurangi alokasi anggaran yang tidak penting di kementerian. Ia juga mendesak Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu untuk mengendalikan pengeluaran yang melonjak selama perang dengan Hamas. “Tidak bertindak sekarang, kemungkinan besar akan merugikan perekonomian lebih banyak di masa depan,” tambahnya.

Baca juga: Tolak Gabung IDF, Remaja Israel Ini Dijebloskan ke Penjara

Karena kejadian ini, Kementerian Keuangan Israel memperkirakan Israel defisit anggaran pada tahun 2024 sekitar 6% dari pertumbuhan ekonomi (PDB). Menurut direktur pelaksana Manpower Israel, Michal Dan-Harel, dampak perang di Gaza secara ekonomi juga separah dampak pandemi Covid-19.

Sementara itu, diketahui pada pada Senin (02/01/2023), bank sentral menurunkan suku bunga pinjaman jangka pendek untuk pertama kalinya dalam 4 tahun terakhir. Bank sentral menurunkan suku bunga acuan sebesar seperempat poin dari 4,75 % menjadi 4,50 %.

Menteri Keuangan Bezalel Smotrich mengatakan, “Kebijakan fiskal yang bertanggung jawab yang kami jalani selama setahun terakhir telah berkontribusi terhadap penurunan inflasi. Dan kini penurunan suku bunga berfungsi untuk membantu pertumbuhan bisnis dan perekonomian pada saat perang.”

Sumber: cnnindonesia.com

[post-views]
Selaras
error: Content is protected !!