Media Utama Terpercaya

30 Juli 2026, 16:36
Search

DPMPTSP Kalsel Dorong Pengembangan Industri Budidaya Ikan Gabus, Perkuat Hilirisasi Industri

Facebook
X
WhatsApp
Telegram
DPMPTSP Kalsel Dorong Pengembangan Industri Budidaya Ikan Gabus
Kepala DPMPTSP Kalsel, Endri [Foto: Media Center Pemprov Kalsel]

Banjarbaru, mu4.co.id – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kalimantan Selatan mendorong pengembangan investasi budidaya ikan gabus, sebagai upaya memperkuat hilirisasi industri perikanan sekaligus memenuhi kebutuhan bahan baku industri pengolahan.

Kepala DPMPTSP Kalsel, Endri mengatakan selain menjadi komoditas konsumsi masyarakat, ikan gabus juga memiliki nilai ekonomi tinggi karena dapat diolah menjadi berbagai produk kesehatan maupun kosmetik.

“Kalau dari segi potensi memang sangat bagus untuk ikan gabus. Selain untuk konsumsi masyarakat, ikan gabus juga memiliki nilai tambah yang tinggi karena menjadi bahan baku berbagai industri olahan. Ini merupakan produk yang sangat layak untuk diinvestasikan,” ujarnya, dikutip dari laman resmi Pemprov Kalsel, Selasa (28/07/2026).

Baca juga: Lindungi Karya Sasirangan, Kemenkum Kalsel Gencarkan Hak Cipta dan Desain Industri

Namun selama ini, ia menilai pengembangan ikan gabus masih didominasi hasil tangkapan alam, sementara budidayanya belum berkembang secara optimal. Padahal budidaya ikan gabus mampu memberikan hasil yang menjanjikan. Ia mencontohkan keberhasilan budidaya ikan gabus di Kabupaten Hulu Sungai Tengah, khususnya di Barabai, yang menunjukkan tingkat pertumbuhan ikan cukup baik meskipun luas lahannya masih terbatas.

Lebih lanjut, Ia mengungkapkan sebelumnya pihaknya juga telah menawarkan peluang investasi kepada calon investor yang tertarik membangun industri pengolahan ikan gabus. Namun, rencana tersebut belum dapat direalisasikan karena pasokan bahan baku belum mampu memenuhi kebutuhan industri secara berkelanjutan. Calon investor tersebut membutuhkan pasokan sekitar 5 ton ikan gabus setiap bulan untuk menjaga kontinuitas produksi.

“Industri pengolahan membutuhkan pasokan yang kontinyu. Karena produksi budidaya saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan sekitar lima ton per bulan, akhirnya investasi tersebut belum dapat berjalan,” jelasnya.

Endri menilai pengembangan budidaya ikan gabus harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penyediaan lahan, peningkatan kapasitas pembudidaya hingga dukungan teknologi budidaya agar mampu memenuhi kebutuhan industri secara berkelanjutan. Ia optimistis, apabila ekosistem budidaya dapat diperkuat, Kalimantan Selatan berpeluang menjadi salah satu sentra industri pengolahan ikan gabus di Indonesia.

[post-views]
Selaras