Media Utama Terpercaya

13 Januari 2026, 13:40
Search

Di Balik Penangkapan Presiden Venezuela, Negara dengan Cadangan Minyak Terbesar Dunia!

Facebook
Twitter
LinkedIn
WhatsApp
Telegram
Print
Venezuela
Perusahaan minyak di Venezuela. [Foto: Republika]

Venezuela, mu4.co.id – Amerika Serikat dilaporkan menyerang Kota Caracas dan menangkap Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, atas perintah Presiden AS Donald Trump dengan alasan keterlibatan Maduro dalam aktivitas narkoterorisme. 

Namun, alasan tersebut diragukan sejumlah pihak. Mereka menilai langkah AS lebih didorong oleh kepentingan menguasai sumber daya minyak dan gas di Venezuela. 

Dugaan ini menguat setelah Trump menyinggung pengelolaan minyak Venezuela oleh perusahaan AS. Pernyataan Trump pada Sabtu (3/1/2026) dinilai menunjukkan bahwa investasi energi menjadi tujuan utama di balik upaya penggantian rezim yang menggulingkan  Nicolas Maduro.

Baca Juga: Kilang Minyak Terbesar RI di Balikpapan Bakal Beroperasi Bulan Depan. Hasilkan 360 Ribu Barel Per Hari!

“Kami akan membawa perusahaan minyak AS yang sangat besar untuk masuk, menghabiskan miliaran dolar, memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, termasuk infrastruktur minyak. Mari kita mulai menghasilkan uang untuk negara ini,” ujar Trump dalam konferensi pers dari kediamannya di Mar-a-Lago, Palm Beach, Florida, dikutip dari CNN, Selasa (6/1). 

Venezuela Miliki Cadangan Minyak Terbesar di Dunia

Venezuela sendiri diketahui memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, melampaui negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi dan Iran. 

Data Administrasi Informasi Energi (EIA) AS mencatat cadangan minyak Venezuela mencapai 303 miliar barel atau sekitar 17 persen dari total cadangan global, lebih tinggi dibanding Arab Saudi, Iran, dan Irak.

Saat ini, Chevron Corporation menjadi satu-satunya perusahaan minyak besar AS yang masih beroperasi di Venezuela, dengan ekspor sekitar 140.000 barel per hari pada kuartal IV 2025. 

Sebelumnya, pasukan AS menangkap Presiden Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dalam operasi militer besar, dengan dakwaan perdagangan narkoba di New York.

Menanggapi situasi tersebut, Chevron menyatakan tetap memprioritaskan keselamatan karyawan serta keamanan aset perusahaan.

Usai penangkapan Maduro, Trump menyatakan AS akan sementara mengelola Venezuela dengan tetap mempertahankan embargo minyak. Ia menegaskan perusahaan minyak akan membiayai pemulihan infrastruktur energi Venezuela dan dijanjikan penggantian atas investasi yang dikeluarkan.

Baca Juga: RI Temukan Ladang Gas Raksasa Baru. Dimana Letaknya?

“Kita akan membuat minyak mengalir seperti seharusnya. Kita akan menjual jumlah besar minyak ke negara lain, banyak di antaranya sudah menggunakannya sekarang, tetapi saya kira banyak lagi yang akan datang,” ujar Trump.

Venezuela menasionalisasi industri minyak pada 1976 dengan membentuk Petróleos de Venezuela S.A. (PDVSA). Produksi minyaknya sempat mencapai 3,5 juta barel per hari pada akhir 1990-an, namun kini turun menjadi sekitar 800.000 barel per hari, jauh di bawah produksi AS yang mencapai 13,8 juta barel per hari.

Selain AS, China dan Rusia juga terlibat dalam sektor minyak Venezuela. Analis menilai serangan AS berpotensi menghentikan ekspor minyak karena ketidakjelasan kendali pemerintahan, meski Chevron diperkirakan tetap beroperasi sehingga dampak terhadap pasokan bisa terbatas.

(CNN)

[post-views]
Selaras