Jakarta, mu4.co.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan resmi menghadirkan nuansa pasar terapung khas Banua di Jakarta melalui peresmian dermaga khusus di kawasan TMII. Peresmian ini dilakukan langsung oleh Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin sebagai bagian dari upaya memperluas panggung budaya daerah ke tingkat nasional.
Dermaga tersebut menjadi titik baru aktivitas budaya yang menampilkan konsep pasar tradisional di atas air. Kehadirannya tidak hanya ditujukan sebagai daya tarik wisata, tetapi juga sebagai sarana menjaga keberlangsungan tradisi di tengah modernisasi.
H. Muhidin menekankan pentingnya keberlanjutan aktivitas di kawasan tersebut. Ia mendorong pemerintah daerah di Kalimantan Selatan untuk rutin menggelar pertunjukan seni agar kawasan tetap hidup dan menarik minat pengunjung.
“Mudah-mudahan para kepala dinas, bupati, maupun wali kota dapat mengisi kegiatan di sini. Kalau bisa, setiap minggu atau minimal tiga kali dalam seminggu diadakan pertunjukan seni dari daerah masing-masing,” ujarnya dilansir dari Media Center Provinsi Kalimantan Selatan, Ahad (12/4).
Baca juga: Bangga! Gubenur Kalsel Raih Penghargaan Nasional Pengelolaan Sampah 2026!
Di sisi lain, pemerintah pusat turut mengapresiasi langkah ini. Melalui Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan RI, Restu Gunawan, mengapresiasi dan menyampaikan bahwa inisiatif tersebut dinilai sebagai contoh konkret bagaimana pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi masyarakat.
“Kalimantan Selatan menjadi contoh nyata bagaimana pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan ekonomi masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi Kalimantan Selatan, Miftahul Chair, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor, diantaranya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Perindustrian, Badan Penghubung Provinsi Kalsel, serta dukungan Dekranasda provinsi dan 13 kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.
Kegiatan bertema “Pesona Pasar Terapung: Lestarikan Budaya, Tumbuhkan Ekonomi Kerakyatan, dan Perkuat Hilirisasi Industri Kreatif Banua” ini bertujuan menjadikan TMII sebagai etalase budaya Kalimantan Selatan di tingkat nasional maupun internasional.
Baca juga: Untuk Akurasi Data RTLH, Disperkim Kalsel Sosialisasikan Aplikasi SI IMAH. Begini Caranya!
Suasana khas sungai Kalimantan dihadirkan lewat 20 jukung tradisional yang dioperasikan para acil Pasar Terapung, lengkap dengan beragam buah lokal seperti langsat tanjung, limau madang, dan buah mentega, serta 30 kuliner khas seperti Soto Banjar dan Ketupat Kandangan hingga kue Bingka Barandam.
Tak hanya itu, 74 pelaku IKM dan UMKM juga ikut ambil bagian dengan menampilkan produk kriya, wastra, pertunjukan seni tari tradisional dan kreasi, peragaan busana sasirangan, hingga atraksi budaya seperti manyirang dan sulaman air guci. Pengunjung juga dapat menyaksikan silent cinema yang menayangkan kekayaan alam dan budaya Banua.
Rangkaian kegiatan semakin meriah dengan pertunjukan seni tari, peragaan busana sasirangan, hingga atraksi budaya yang merepresentasikan identitas Banua. Kehadiran program ini sekaligus menjadikan TMII sebagai etalase budaya Kalimantan Selatan yang dapat dinikmati masyarakat luas tanpa harus datang langsung ke daerah asalnya.
Pemerintah berharap, keberadaan pasar terapung ini tidak hanya memperkenalkan budaya, tetapi juga mendorong minat wisatawan untuk berkunjung langsung ke Kalimantan Selatan.
(Media Center Provinsi Kalimantan Selatan)















