
Banjarmasin, mu4.co.id – Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah seperti Aceh, Kalimantan Selatan, Jawa Tengah, dan Banten, terpaksa menghentikan sementara pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) akibat belum cairnya dana operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Di Kabupaten Tangerang, Banten, beberapa SPPG menghentikan layanan karena anggaran operasional belum disalurkan. Namun, penghentian operasional salah satu SPPG lainnya disebut terjadi akibat pengunduran diri tenaga ahli gizi dan akuntan, sehingga kegiatan tidak dapat dilanjutkan sementara waktu.
”Anggarannya belum turun. Kalau SPPG Kresek Renged 2 berhenti operasi karena ahli gizi dan akuntan mengundurkan diri sehingga operasionalnya tidak bisa dilaksanakan,” ungkap Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Tangerang Priyo Basuki dikutip dari CNA, Kamis (11/6).
Di Kalimantan Selatan, sejumlah SPPG juga dilaporkan menghentikan operasional sehingga distribusi MBG ke beberapa sekolah ikut terhenti. Penghentian sementara tersebut diduga akibat dana operasional dari pusat yang belum cair.
Informasi yang beredar menyebut kondisi ini terjadi di sejumlah SPPG di Banjarbaru dan Kabupaten Tapin, sejalan dengan laporan serupa dari berbagai daerah lain di Indonesia.
Di sejumlah daerah, penghentian sementara operasional SPPG juga terjadi akibat keterlambatan pencairan dana dari BGN. Namun di Kota Serang, seluruh SPPG yang sempat berhenti kini telah kembali beroperasi setelah dana operasional disalurkan.
Sementara itu, di Jawa Tengah, otoritas setempat membenarkan masih ada beberapa SPPG yang menghentikan layanan karena dana belum diterima.
Baca Juga: Dapur MBG Akan Dibatasi Hanya Enam per Kecamatan, Ini Alasan BGN!
Kepala BGN Nanik S Deyang yang baru saja dilantik menanggapi kabar tersebut. Ia menegaskan dana operasional untuk dapur program MBG sebenarnya telah mulai disalurkan sejak Jum’at (5/6) lalu.
Nanik juga mengatakan pencairan dana operasional telah diterima oleh sebagian SPPG, sementara sebagian lainnya masih menunggu proses penyaluran yang dilakukan secara bertahap.
“Jadi, memang ada beberapa yang apa namanya, yang Jum’at itu sudah dicairkan, yang Senin ini juga dicairkan. Tadi kalau tidak salah kami dapat laporan 5T ya Ibu ya, dicairkan hari ini. Jadi, tidak ada masalah, ini masalah teknis saja,” jelas Nanik.
(CNA, Kalsel Maju)













