Banjar, mu4.co.id – Kondisi stok air baku bersumber dari waduk Riam Kanan saat ini kian terbatas, dan sudah berada dalam status siaga akibat kemarau dan kekeringan yang panjang.
Bendungan Riam Kanan sendiri menjadi salah satu sumber pasokan air penting bagi wilayah Banjarbakula dan daerah hilir. Selain untuk keperluan air bersih yang disalurkan melalui perusahaan daerah air minum (PDAM), air bendungan juga dimanfaatkan untuk irigasi dan keperluan pembasahan lahan yang terbakar.
“Stok air baku kita sekarang ini sudah kritis, dalam status siaga,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III, Sandi Erryanto, Senin (12/10/2026).
Baca juga: Pipa Transmisi Utama Bocor, BPAM Banjarbakula Targetkan Perbaikan 10 Hari
Lebih lanjut menurutnya, pelepasan air dari bendungan Riam Kanan juga terbatas, karena sebagian besar alokasi untuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Ir Pangeran Muhammad Noor.
Sedangkan air yang berada di bawah ambang batas tertentu tidak dapat dimanfaatkan dan belum adanya hujan membuat tampungan waduk tidak kembali terisi.
Pihaknya pun mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijaksana dan menghindari pemborosan. Sebab, kemarau panjang diperkirakan masih berlanjut hingga November atau Desember 2026.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, pemerintah juga mengusulkan pembangunan sumur bor atau Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) melalui instruksi presiden. Namun, upaya tersebut memerlukan waktu sebelum dapat direalisasi.
Dirinya juga berharap, pembangunan bendungan Riam Kiwa dapat segera terealisasi untuk mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih dan irigasi di Kalsel.
(tribunnews.com)















