China, mu4.co.id – China secara tiba-tiba mengumumkan penutupan wilayah udara lepas pantai selama 40 hari tanpa penjelasan rinci. Kebijakan ini langsung memicu berbagai spekulasi, termasuk kemungkinan terkait aktivitas militer.
Dilansir dari laporan The Wall Street Journal, Jum’at (10/4), disebutkan bahwa pembatasan penerbangan tersebut berlaku sejak 27 Maret hingga 6 Mei. Area yang ditutup mencakup wilayah luas, mulai dari Laut Kuning hingga Laut China Timur, termasuk jalur udara di sekitar pesisir Shanghai.
Baca juga: Robot Canggih China Bantu Dokter, Operasi Otak Lebih Singkat
Badan penerbangan Amerika Serikat juga mencatat zona tersebut bahkan lebih luas dari Taiwan. Namun, hingga kini belum ada penjelasan resmi dari Beijing terkait tujuan penutupan tersebut.
Langkah ini berbeda dari biasanya. Penutupan wilayah udara sebelumnya umumnya hanya berlangsung beberapa hari dan berkaitan dengan latihan militer. Kali ini, durasi yang mencapai lebih dari satu bulan dinilai tidak lazim.
Baca juga: Iran Pertimbangkan Buka Selat Hormuz, Syaratnya Transaksi Minyak Pakai Yuan China
Kondisi tersebut memperkuat dugaan adanya agenda strategis, terutama di tengah meningkatnya ketegangan kawasan. Sebelumnya, China juga menggelar latihan militer besar di sekitar Taiwan pada akhir 2025.
Meski demikian, penutupan ini disebut tidak berdampak signifikan terhadap penerbangan sipil. Maskapai masih dapat melintas dengan koordinasi khusus, meski detail batas ketinggian wilayah yang dibatasi belum diumumkan.
(inews.id)











![Acara penandatanganan kerja sama pembangunan Instalasi Pengolah Sampah menjadi Energi Listrik [PSEL]](https://mu4.co.id/wp-content/uploads/2026/04/IMG_8574-300x200.jpeg)



